Sabtu, 3 Juli 2010 13:40 WIB News Share :

Presiden minta Muhammadiyah tetap pembawa misi Islam

Yogyakarta–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada Muhammadiyah dalam memasuki abad kedua tetap dapat menegakkan komitmen gerakannya sebagai pembawa misi Islam yang maju.

“Muhammadiyah memang harus selalu tampil di barisan terdepan untuk menjadi kekuatan perubahan yang bersifat transformatif mendukung terbangunnya umat Islam yang utama,” kata Presiden Yudhoyono dalam sambutannya sekaligus membuka Muktamar ke-46 atau Muktamar Satu Abad Muhammadiyah dari Madinah, Arab Saudi, Sabtu (3/7).

Pembukaan dilakukan melalui satelit dan ditampilkan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, yang antara lain dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais.

Menurut Presiden, Muhammadiyah juga harus mampu menampilkan semangat dan peran Islam yang berkemajuan dan juga ingin memajukan Islam yang ramah dan toleran, serta menjadi peneguh dan penyejuk dalam kehidupan bangsa yang majemuk.

Presiden menilai Muhammadiyah agar dapat menjadi jembatan peradaban Islam antara timur dan barat, dan dialog tersebut telah banyak dilakukan Muhammadiyah serta ormas-ormas lainnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Presiden mengajak segenap warga Muhammadiyah dan ormas Islam untuk terus menciptakan kehidupan keagamaan yang teduh dan damai. Kehidupan keagamaan yang mengedepankan kebersamaan daripada memperuncing perbedaan.

Presiden mengajak membangun kerja sama yang positif di antara sesama umat Islam, dan dengan umat beragama yang lain bagi kemajuan bangsa Indonesia.

“Sekali lagi saya mengajak Muhammadiyah untuk memelopori ide-ide pembaharuan sebagai pegangan misi Islam yang maju dan tumbuh berkembang dalam menjawab tantangan zaman,” katanya.

Presiden ingin Muhammadiyah tidak saja sebagai ormas Islam terbesar di Tanah Air, tetapi juga salah satu organisasi Islam terbesar di dunia.

Gerakan Muhammadiyah, menurut Presiden telah membawa pencerahan  dan pembaharuan pemikiran umat Islam, sehingga tidak berlebihan apabila dikatakan Muhammadiyah berhasil memperbaharui suasana intelektual kaum muslimin di Tanah Air.

Di awal abad 21, Presiden menilai Muhmmadiyah telah memasuki abad fase kesinambungan perjuangan dalam melaksanakan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…