Sabtu, 3 Juli 2010 13:29 WIB News Share :

NTT optimis Komodo masuk 7 Keajaiban Dunia

Kupang— Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa optimis, komodo (varanus comodoensis) masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia karena posisi biawak raksasa asal Pulau Komodo di ujung barat Pulau Flores itu terus menguat.

Pada April lalu misalnya posisi komodo sempat berada diurutan ke-enam dari 28 finalis,  kata Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTT Ubaldus Gogi di Kupang, Sabtu (3/7).

Ubaldus Gogi mengatakan sejak diumumkan pada 21 Juli 2009 melalui situs New7 Wonders Foundation, maka komodo yang diyakini sebagai makluk purba terakhir di muka bumi ini masuk sebagai salah satu finalis dari 28 finalis setelah menyisihkan sekitar 440 nominasi dari 220 negara.

“Ketika itu, kami terus melakukan sosialisasi untuk meminta dukungan. Permintaan dukungan itu tidak hanya kepada rakyat NTT, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

“Posisi komodo memang selalu fluktuatif tetapi dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak di tanah air maupun di luar negeri, kami yakni komodo akan lolos menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia,” katanya.

Dia mengatakan masuknya komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, tidak hanya memberi dampak pada masyarakat NTT, tetapi juga untuk seluruh Indonesia.

“Para wisatawan dari Belanda, misalnya, tidak mungkin langsung ke Labuanbajo di ujung barat Pulau Flores untuk melihat komodo, tetapi harus melalui Jakarta, Surabaya dan juga Denpasar, Bali,” katanya.

Artinya, kata Ulbadus Gogi,  efeknya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah dan rakyat NTT saja, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Pak Gubernur (Gubernur NTT Frans Lebu Raya, red) minta kami keliling ke mana-mana untuk menyampikan pesan bahwa komodo bukan hanya milik orang NTT, tetapi juga milik kita bersama dan akan memberi manfaat untuk kepentingan kita bersama, mari kita berikan dukungan,” katanya.

Karena itu, pemerintah dan rakyat di provinsi kepulauan ini mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memberikan dukungan agar Komodo bisa terpilih dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Menurut dia, tanpa adanya dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, harapan untuk menjadikan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia tidak akan tercapai.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…