Sabtu, 3 Juli 2010 16:59 WIB News Share :

Komisi III pertanyakan penggunaan anggaran di Polri

Jakarta— Anggota Komisi III Nasir Djamil mempertanyakan penggunaan anggaran yang dimiliki Polri. Polri tidak pernah memberitahu realisasi penggunaan anggaran yang sudah diberikan.

“Kita tidak pernah dapat info dana itu untuk apa saja meski sudah disampaikan (Polri),” kata Nasir.

Nasir mengatakan itu dalam diskusi yang diadakan radio Trijaya FM ‘Polisiku Ultah’ di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/7).

Polri sebenarnya sudah mendapat pagu indikatif Tahun 2011 sebesar Rp 27,1 triliun. Angka ini hanya  naik Rp 388,5 miliar dari tahun sebelumnya.

Dari pagu itu, Rp 19,1 triliun digunakan untuk gaji. Sisanya untuk belanja barang dan modal.

Angka sebesar itu antara lain digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana aparatur Polri sebesar Rp 2,986 triliun. Program peningkatan pengawasan aparatur Rp 50,8 miliar.

Program penelitian teknologi yang mencapai Rp 12,6 miliar dan biaya untuk penyelidikan dan penyidikan sebesar Rp 611,9 miliar.

Nasir juga meminta agar Presiden SBY mendukung secara penuh Polri untuk mampu membersihkan internalnya. Jangan hanya slogan biasa, namun dengan anggaran yang memadai.

Momentum terbongkarnya keborokan polisi, menurut Nasir haruslah dijadikan waktu yang tepat untuk bersih-bersih.

“Karena seringkali polisi kehilangan momentum,” tegasnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.¬† Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…