Sabtu, 3 Juli 2010 10:24 WIB Sport Share :

Atasi Murray, Nadal ke final

Wimbledon–Rafael Nadal tinggal selangkah lagi untuk meraih titel Wimbledon kedua dalam karirnya. Petenis Spanyol ini maju ke final usai menaklukkan Andy Murray secara straight set.

Murray, yang mendapat dukungan penuh dari fans tuan rumah tidak mampu menghentikan langkah Nadal. Memainkan laga semifinal yang berakhir Sabtu (3/7) dinihari WIB, Nadal sukses meredam petenis Britania tersebut 6-4, 7-6, 6-4.

Nadal berhasil mengamankan set pertama. Petenis nomor satu dunia tersebut memenanginya dengan satu break poin ketika pukulan forehand pengembalian Murray melebar dan menjadikan skor 6-4 untuk Nadal.

Laga di set kedua lebih seru. Murray nyaris memimpin hingga 6-5 namun Nadal berhasil merebut set ini usai memenangi sesi tie-break setelah pukulan volinya masuk ke bidang lapangan Murray.

Murray berhasil mengawali set ketiga dengan cukup baik. Namun, Nadal yang lantas mematahkan servisnya di game kedelapan dan sepuluh membuat skor menjadi 6-4 untuk mengunci kemenangan.

“Ini sungguh pertandingan yang sangat sangat bagus bagi saya,”ujar Nadal yang absen pada tahun lalu karena cedera lutut tersebut kepada Reuters.

“Untuk mengalahkan dia (Murray) Anda harus bermain di permainan tenis terbaik karena dia adalah salah satu lawan yang paling sulit di dunia.”

Berkat kemenangan ini, Nadal berhak ke babak final turnamen Wimbledon yang keempat –dua final sebelumnya pada 2006, 2007–dan 2008 yang berhasil menjadi dijuarainya. Di partai puncak, petenis berusia 24 tahun ini akan menghadapi Thomas Berdych yang sebelumnya mengalahkan Novak Djokovic.

dtc/rif

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…