Sabtu, 3 Juli 2010 14:20 WIB Sepak Bola Share :

Argentina vs Jerman, Aroma revans

Cape Town–Rasa deja vu menyergap skuat Argentina. Pertemuan dengan Jerman di perempat final Piala Dunia 2010 bagaikan kilas balik pahit Tim Tango empat tahun silam.

Tak ayal, aroma revans langsung mencuat saat Argentina harus saling jegal melawan Jerman di Stadion Green Point, Cape Town, Sabtu (3/7). Perang urat syaraf antarkedua kubu pun tak terelakkan. Buntutnya, tensi laga sudah memanas jauh sebelum para pemain masuk ke lapangan.
Perjalanan Argentina di Piala Dunia edisi ini tak jauh beda dengan kisah empat tahun lalu di Jerman. Saat itu Albiceleste, julukan Argentina, juga mencatat start bagus dan diikuti kemenangan atas Meksiko di babak 16 besar. Kemudian Tim Tango bertemu dengan tuan rumah Jerman di fase perempat final. Anehnya, Argentina juga menjalani skenario serupa di Afrika Selatan. Mereka melangkah mulus di fase Grup B, sebelum memastikan tiket perempat final dengan mendepak Meksiko 3-1. Apakah sejarah bakal kembali memusuhi Argentina?

Empat tahun lalu di Berlin, Argentina nyaris mendekap tiket semifinal ketika Miroslav Klose menyamakan skor menjadi 1-1 di menit akhir dan Jerman menang lewat adu penalti dengan skor 4-2. Sangat tipikal Der Panzer!

Pelatih Argentina, Diego Maradona, menyulut bara Tim Panser dengan menyebut Bastian Schweinsteiger ketakutan dan dulu sempat berpikir Thomas Mueller adalah seorang ballboy. Kata-kata pedas itu terucap tak lama setelah Swhweinsteiger menuding pemain Argentina suka memprovokasi dan licik.

Meski demikian, pelatih nyentrik itu mengakui Panser adalah tim kuat. Namun sang pelatih terang-terangan ingin membalaskan dendam empat tahun silam.

“Kami tahu Jerman tidak seperti Meksiko yang kami kalahkan di 16 besar. Mereka lebih kuat, tapi kami punya pemain-pemain yang tepat untuk mengalahkan mereka,” ujar Maradona optimistis, seperti dilansir yahoosports.com, Jumat (2/7).

Barisan penyerang Tim Tango menjadi ancaman berbahaya untuk skuat besutan Joachim loew. Gonzalo Higuain, yang sudah mengoleksi empat gol, kompak berduet dengan Carlos Tevez. Sedangkan Lionel Messi siap meledak, meski sejauh ini belum mencatatkan nama di papan skor.

Kantongi kelemahan

Pelatih Joachim Loew sendiri tak kalah optimistis dengan Maradona. Kepercayaan besar diperlihatkan sang pelatih terhadap skuat mudanya. Sejauh ini Der Panzer tampil cukup memuaskan meskipun sempat tersandung kekalahan dari Serbia di fase Grup D. Namun publik
Jerman masih berharap-harap cemas menunggu kondisi Lukas Podolski dan Mesut Oezil tidak nongol dalam sesi latihan tim, Kamis (1/7). Podolski mengeluhkan cedera otot ringannya, sedangkan Oezil sedang tidak enak badan.

Menurut Loew, Die Mannschaft, julukan lain Jerman, bakal mengukir kisah serupa seperti empat tahun lalu. Loew bahkan mengaku sudah mengantongi titik lemah Javier Mascherano cs. Pemenang laga ini dipastikan bentrok dengan pemenang duel Paraguay kontra Spanyol.

“Saya memperkirakan laga berjalan sangat ketat, sehingga kami tidak boleh melakukan kesalahan apapun karena mereka pemain hebat yang bisa mencetak gol-gol penting. Tetapi Argentina dapat dipatahkan. Kami punya beberapa detail tentang kelemahan mereka,” tegas Loew.

JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…