Jumat, 2 Juli 2010 16:58 WIB Wonogiri Share :

Verifikasi berkas, KPU tunggu jadwal penerbangan

Wonogiri (Espos)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri membentuk lima tim untuk melakukan verifikasi faktual terhadap berkas persyaratan para calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) Wonogiri. Mereka melakukan verifikasi ke Aceh dan Riau, Sumatera, Pontianak, Jakarta, Jawa Barat, Wonogiri.

Sedangkan pasangan Cabup-Cawabup yang diusung Partai Demokrat dan enam Partai Non Parlemen, Mulyadi dan Edy ‘Sumba’ Purwanto hingga Jumat (2/7) masih menyerahkan kelengkapan berkas pencalonan. Dua clon itu datang ke Kantor KPU secara terpisah. Mulyadi datang lebih dahulu dan sekitar pukul 10.54 WIB, giliran Edy yang datang kemudian.

Ketua KPU Wonogiri Joko Purnomo didampingi anggotanya Mat Nawir dan Pimpinan Sekretariat KPU Wonogiri, Gino menjelaskan verifikasi berkas persyaratan akan dilakukan hingga 10 Juli mendatang. “Hasil sementara, ijazah delapan calon yang telah diverifikasi oleh tim semua sah. Sekarang tinggal melakukan verifikasi ke Aceh,” ujar Joko.

Menurutnya, kepergian tim verifikasi ke Aceh, masih menunggu jadwal penerbangan pesawat terbang. “Kejadian tim verifikasi ke Pontianak yang harus menunggu tiga hari untuk balik ke Wonogiri menjadi pengalaman. Waktu itu, tim terkendala jadwal penerbangan, sehingga agar memudahkan rute kepulangan diubah dengan lewat Batam. Tidak langsung ke Jakarta. Untuk itu, tim yang ke Aceh saat ini juga masih menunggu jadwal penerbangan.”

Ditambahkan oleh Mat Nawir, tanggapan dinas atau instansi terkait di daerah cukup baik. Dia mencontohkan, saat ke ITB Bandung, tim harus menelusuri hingga ke fakultas ataupun jurusan. Bagaimana hasil cek kesehatan para calon? Joko mengatakan masih menunggu tim dari IDI Wonogiri.

“Hasil dari tim kesehatan IDI yang diserahkan ke KPU adalah final. Sampai sekarang belum dikirim dan bisa saja hasil tes kesehatan menggugurkan pencalonan, seperti kasus di Mojokerto, Jatim. Untuk itu, hasil cek kesehatan itu juga kami tunggu sebelum 10 Juli,” katanya.

Joko mengatakan 16 Juli akan digelar rapat pleno dan 17 Juli pengumuman dan penetapan serta pengambilan nomer urut pasangan calon. Joko juga mengatakan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) harus disertakan. “Dari delapan calon yang sudah menyerahkan LKHPN baru tiga, yakni Danar, Yuli dan Maryoto, sedangkan Begug, Sutadi, Paryanti, Mulyadi dan Edy Purwanto, belum. Untuk Begug dan Mulyadi, tinggal melengkapi pembaharuan LKHPN yang telah dikirim sebelumnya.”

Terpisah, Cabup Mulyadi mengatakan datang ke Kantor KPU untuk berkonsultasi soal LHKPN. “Kami saat menjabat sudah menyerahkan LHKPN dan dua tahun ini sudah pensiun apakah harus menyerahkan lagi. Hasil konsultasi dengan KPU, ternyata harus mengisi form B yang berisi pembaharuan data. Untuk itu, kami akan segera melengkapinya sebelum batas waktu,” ujarnya.

Sedangkan Cawabup Edy Purwanto mengatakan menyerahkan surat keterangan tidak pailit dari PT Niaga Semarang.

tus

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…