Jumat, 2 Juli 2010 10:41 WIB Sepak Bola Share :

Samba berharap sihir Kaka

Port Elizabeth–Brazil punya senjata mematikan untuk melenggang ke fase semi final. Amunisi tangguh Tim Samba berwujud duet lini serang, Ricardo Kaka dan Luis Fabiano. Sihir keduanya diharapkan kembali muncul dalam bentrok perempat final versus Belanda di Stadion Nelson Mandela Bay, Jumat (2/7).

Kedua pemain pernah menjadi tandem sehati di Sao Paolo sebelum melanglang buwana ke Eropa. Beruntung, permainan kompak mereka tak hilang begitu saja. Terbukti, duo pemain tersebut menjadi kunci penting laju mulus Brazil di Piala Dunia 2010. Kejeniusan Kaka dalam mengkreasi serangan klop dengan finishing mematikan ala Fabiano.

Fabiano mengemas tiga gol dalam empat laga di Afrika Selatan, di mana dua di antaranya berkat kreasi Kaka. Keduanya juga menciptakan banyak peluang berbahaya sepanjang kampanye Tim Samba di Piala Dunia edisi ini.

“Kami punya koneksi sempurna. Kami saling mengerti. Saya hanya perlu mencari posisi dan saya tahu ia (Kaka) akan memberikan bola kepada saya,” ungkap Fabiano, seperti dilansir yahoosports.com, Kamis (1/7).

Kaka mengotaki aksi gol Fabiano dalam kemenangan 3-1 atas Pantai Gading dan juga pada kemenangan 3-0 kontra Cile di babak 16 besar.

“Kami punya koneksi yang bagus, terutama karena kami pernah bermain bersama untuk Sao Paulo. Satu kali tatapan sudah cukup untuk mengetahui apa yang harus kami lakukan. Saya berharap memberinya lebih banyak umpan di sisa Piala Dunia ini dan ia bisa berakhir sebagai top skor,” ungkap Kaka.

“Tentu saja semua orang ingin mencetak banyak gol di Piala Dunia. Tapi sejujurnya saya tak terlalu khawatir. Saya senang dengan membantu teman-teman melesakkan gol, sehingga Brazil selalu menang,” imbuhnya.

Striker Argentina Gonzalo Higuain, bomber Spanyol David Villa dan penyerang Slowakia Robert Vittek masih unggul satu gol atas Fabiano. Namun pemain Sevilla itu mengaku hanya ingin berkonsentrasi membantu Brazil merengkuh gelar juara dunia keenam.
JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…