Jumat, 2 Juli 2010 22:47 WIB Solo Share :

PNS telat ngantor, DPRD menilai pengawasan masih lemah

Solo (Espos)–Kalangan legislatif menilai masih adanya pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Solo yang sering telat ngantor karena lemahnya sistem pengawasan.

“Pengawasan yang ada masih lemah. Memang sudah ada presensi secara elektronik, namun kenyataannya masih ada saja PNS yang tidak disiplin,” kata Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto kepada wartawan di Gedung Dewan, Jumat (2/7).

Dia menyatakan, tidak bisa dipungkiri jika PNS datang ke kantor kemudian melakukan presensi. Namun, lanjut dia, ada PNS yang keluar kantor hingga keluyuran ke mana-mana dan menyebabkan pelayanan publik terganggu. Ia menegaskan, perlu ada pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap PNS.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I DPRD, Dedy Purnomo. Dia mengatakan, salah satu tahapan pertama dari reformasi birokrasi adalah PNS menaati jam kerja yang telah ada. Dedy mengatakan, sudah ada PP No 58 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS sehingga jika ada PNS yang diketahui melanggar, maka tinggal memberikan sanksi sesuai mekanisme yang ada.

Dia menyatakan, sering telatnya PNS masuk kerja juga terkait dengan budaya birokrasi yang ada saat ini. “Ubah dulu, mainset-nya. Selama ini ada pembenaran atau pemakluman ketika PNS telat atau pergi ke luar kantor. Ini harus diubah. Kalau menjadi PNS ya yang utama adalah menjadi pelayan publik,” tegas Dedy.

dni

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…