Jumat, 2 Juli 2010 16:17 WIB Boyolali Share :

Perampokan, polisi kirim selonsong peluru ke Puslabfor

Boyolali (Espos)–Polres Boyolali masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus perampokan yang menimpa Sutanto, 56, Kadus Tinawas, Desa Rembun, Kecamatan Nogosari, Kamis (1/7) lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada titik terang pelaku perampokan. “Kami masih melakukan penyelidikan mendalam terkait perampokan di Nogosari,” ujar Kapolres Boyolali, Romin Thaib SIK melalui Kasatreskrim, AKP Asnanto kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/7).

Ditambahkannya, pihaknya juga akan mengirimkan selongsong peluru yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian ke Puslabfor Mabes Polri Cabang Semarang. Dengan dikirimkannya selongsong peluru itu, diharapkan bisa diketahui jenis senjata yang digunakan untuk menembak paha kanan Sutanto. Selain itu, imbuh Kasatreskrim, pihaknya juga masih berupaya mencari proyektil peluru. Diduga, proyektil itu masih ke dalam tanah setelah menembus paha kanan korban.

Sebelumnya, kasus perampokan menggegerkan warga di Kecamatan Nogosari. Kadus atau bayan Tinawas, Desa Rembun, Nogosari, Sutanto, 56, ditembak paha kanannya, setelah pulang dari BPR di Simo oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor Shogun SP warna merah.

fid

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…