Jumat, 2 Juli 2010 18:55 WIB News Share :

Muchdi Pr siap mundur dari Gerindra


Yogyakarta –
Mantan Danjen Kopassus yang juga anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra, Muchdi Pr masuk dalam 39 naman calon tetap pimpinan Muhammadiyah periode 2010-2015. Bila terpilih masuk dalam 13 pengurus Pimpinan Pusat (PP) Nuhammadiyah, Muchdi mengaku siap mundur dari aktivitas partai politik.

“Jika terpilih nanti dalam sidang muktamar, saya akan mundur dari politik,” ungkap Muchdi menjawab pertanyaan wartawan di Asri Medical Center (AMC) di Jalan HOS Cokroaminoto, Yogyakarta, Jumat (2/7/2010).

Menurut Muchdi, kesiapan untuk mundur dalam kegiatan parpol itu sudah dinyatakan dalam surat kesediaan untuk mundur seperti yang diamanatkan oleh Muhammadiyah. Surat pernyataan kesediaan itu juga sudah dikirimkan kepada panitia pemilihan sebelum sidang tanwir Muhammadiyah dimulai.

“Hal ini (pengunduran diri) juga sudah saya ungkap sejak awal,” katanya.

Selama ini Muchdi dikenal berasal dari keluarga Muhammadiyah yang tinggal di wilayah Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia sejak kecil memperoleh pendidikan Muhammadiyah dari keluarganya. Dia juga aktif di organisasi Pencak Silat Tapak Suci milik Muhammadiyah.

“Bagi keluarga besar saya, Muhammadiyah itu sudah mendarah daging. Saya lahir dari keluarga Muhammadiyah. Bapak ibu saya orang Muhammadiyah sehingga saya sejak kecil hingga tumbuh mendapat pendidikan Muhammadiyah. Boleh dikatakan hafal betul bagaimana ideologi Muhammadiyah. Dan dalam Muhammadiyah memang tidak boleh berpolitik,” ujar Muchdi mengakhiri pembicaraan.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…