Jumat, 2 Juli 2010 10:06 WIB News Share :

Juru masak Muktamar Muhammadiyah tak boleh berjerawat

Yogyakarta–Tim kesehatan panitia otoritas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan memeriksa kesehatan juru masak untuk muktamirin selama Muktamar ke-46 atau Satu Abad Muhammadiyah di Sportorium UMY pada 3-8 Juli 2010.

“Pemeriksaan itu untuk memastikan juru memasak tersebut sehat dan bebas dari penyakit, seperti batuk, pilek, cacingan, dan hepatitis, bahkan bukan orang yang berjerawat,” kata Koordinator Tim Keamanan Makanan Otoritas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dr Iman Perman MKes di Yogyakarta, Jumat (2/7).

Ia menjelaskan, persyaratan tidak berjerawat karena jerawat sering membuat gatal dan secara tidak sengaja orang akan menggaruknya. Jika digaruk bakteri jerawat bisa masuk ke dalam kuku dan dapat menyebarkan penyakit ketika tangan tersebut memegang makanan.

“Pada saat penyajian juga akan diperiksa alat-alat yang digunakan untuk menyajikan makanan. Misalnya, tidak boleh menggunakan piring retak. Jika ada piring retak dikhawatirkan bekas makanan dapat menempel di bagian retakan piring tersebut. Jika tidak bersih mencuci bagian retakan tersebut berpotensi ditempati bakteri,” katanya.

“Sebelum proses penyajian, tim akan memeriksa atau mencicipi makanan yang sudah matang. Hal itu dilakukan untuk memastikan makanan tidak basi yang bisa saja menimbulkan keracunan,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…