Jumat, 2 Juli 2010 08:39 WIB News Share :

Jangan pernah berpikir legalkan judi di Indonesia

Jakarta – Penjudi asal Indonesia tercatat menempati peringkat 3 besar di Singapura. Namun hal ini dinilai bukan alasan untuk melegalkan judi di Indonesia.

“Jangan berpikir untuk melegalkan judi di Indonesia,” ujar Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan, Jumat (1/7).

Menurut Tigor, melegalkan judi sama artinya dengan melegalkan pembiusan. Membuat orang bermimpi mendapatkan uang berkali-kali lipat, namun sebenarnya justru membuat orang tersebut lebih sengsara.

“Bayangkan saja, nanti pengangguran tidak punya uang, berfikir modal berjudi 10 bisa dapat 1.000. Bukannya cari kerja malah menghabiskan waktu dan uang di tempat judi,” bebernya.

Tigor mengakui memang banyak penjudi di Indonesia yang menghabiskan uangnya di kasino-kasino luar negeri. Namun dia yakin mayoritas masyarakat Indonesia akan menolak legalisasi judi, walaupun itu di tempat yang terpencil dan terisolir.

“Dulu sekitar tahun 2006, pernah ada wacana untuk menjadikan kasino di Kepulauan Seribu. Namun masyarakat menolak keras wacana tersebut,” tegasnya.

Tigor menambahkan, judi seringkali menjebak masyarakat miskin. Golongan inilah yang ingin mendapat uang secara cepat lewat pertaruhan nomor undian, kocokan kartu, atau skor sepakbola. Tigor pun meminta agar aparat penegak hukum memberantas perjudian, termasuk menghabisi oknum aparat yang menjadi backing.

“Ini harus diberantas. Judi itu penyakit masyarakat,” ujar pria plontos ini.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….