Jumat, 2 Juli 2010 09:45 WIB Sport Share :

Hamilton terancam dilarang nyetir di Swiss

Jenewa–Jadi pembalap, ngebut di lintasan itu harus. Tapi bila ngebut di jalan raya, bisa-bisa masalah yang didapat. Seperti yang dialami oleh Lewis Hamilton di Swiss.

Hamilton terancam tidak bisa nyetir di Swiss setelah lembaga pembela korban kecelakaan jalan raya bernama RoadCross berkampanye agar Pemerintah Swiss mencabut SIM juara dunia F1 2008 itu.

Apa sebabnya? Baru-baru ini, pacar Hamilton, Nicole Scherzinger, mengaku pada sebuah majalah selebriti bahwa ia dan Hamilton sering mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di Swiss; negara di mana Hamilton menyewa apartemen.

Hal itu menambah citra buruk Hamilton di Swiss karena tahun lalu ia pernah terlibat kecelakaan di negeri pegunungan itu akibat melanggar tanda berhenti. Tahun ini, sebelum GP Australia, pemuda 24 tahun itu juga sempat ditilang di kota Melbourne karena ngebut.

“Figur publik harusnya sadar kalau mereka adalah contoh dan seharusnya mereka mengemudi dengan hati-hati,” ujar RoadCross seperti yang dilansir Auto123.

RoadCross mendesak otoritas setempat mencabut SIM Hamilton. Upaya RoadCross ini kian mendapat angin karena didukung oleh seorang politisi bernama Pius Segmuller.

“Saya pikir Hamilton dan Scherzinger memperlihatkan kalau mereka tidak berkarakter. Dengan pernyataan itu, Hamilton menjadi contoh yang buruk bagi anak muda yang mengidolakannya,” kecam Segmuller.

Lantas, apa tanggapan otoritas? Konon, otoritas di kota Jenewa menolak menanggapi kasus itu karena kekurangan bukti. Walau begitu, semestinya Hamilton memetik pelajaran karena bisa saja ia kena batunya di masa mendatang.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…