Jumat, 2 Juli 2010 15:43 WIB Solo Share :

DPP akui gagal tata pedagang Pasar Kleco

Solo (Espos)–Penataan pedagang di sepanjang jalan kawasan Pasar Sidodadi, Kleco, diakui gagal. Dinas Pengelola Pasar (DPP) mengaku tidak dapat mengintervensi pedagang yang menyewa di halaman rumah warga di sepanjang jalan tersebut.

Seperti diketahui, pedagang oprokan di kawasan Pasar Sidodadi nekat berdagang di jalan dengan menyewa halaman, kios atau rumah warga. Dari lebih dari 100 pedagang yang berada di lokasi, hanya sekitar 10 pedagang yang bersedia masuk ke dalam pasar.

Kepala bidang (Kabid) Pengawasan dan Pembinaan (Wasbin) DPP Solo, Rini Kusumandari mengatakan penatan di kawasan pasar tersebut telah dilakukan sejak awal tahun. Namun, Rini mengakui pihaknya kesulitan untuk menata pedagang di jalan, sebab mereka bertahan berdagang di jalan dengan dalih memakai halaman rumah warga.

“Kami akui penataan di Pasar Kleco gagal. Sudah dua bulan penuh, kami tunggui, dengan warga juga sudah ada sosialisasi. Tapi kenyataannya masih ada, bahkan masih banyak yang jualan di jalan. Memang mengakunya menggunakan halaman, tapi batas antara halaman dan bahu jalan kan tidak ada. Itu yang membuat kondisi makin semrawut,” jelas Rini, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Jumat (2/7).

Terkait kondisi itu, Rini menandaskan pihaknya dalam waktu dekat akan kembali melakukan penataan para pedagang. Langkah itu akan diawali dengan mengumpulkan pedagang dan bertemu dengan warga di dua RT yang berada di sekitar pasar.

tsa

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….