Kamis, 1 Juli 2010 18:28 WIB Boyolali Share :

Usai dirampok, paha Kadus Tinawas ditembak

Boyolali (Espos)–Sutanto ,56, Kadus Tinawas, Desa Rembun, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali jadi korban aksi perampokan yang dilakukan oleh dua orang pelaku bersenjata di Jl Nogosari-Simo Km 3, di wilayah Desa Pojok, Nogosari, Kamis (1/7) pagi.

Bahkan korban ditembak paha kanannya dengan menggunakan senjata api (Senpi) pistol yang dibawa oleh salah seorang pelaku. Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban mengendarai sepeda motornya. Setelah mengajukan pinjaman di BPR Simo, korban melaju dari arah barat (Simo) menuju timur (Nogosari).

Saat melewati lokasi kejadian, dari arah belakang dua orang laki-laki yang mengendarai sebuah sepeda motor Suzuki Shogun SP 125 warna merah, tiba-tiba menyalip dan mencegat sepeda motor korban. Kedua pelaku langsung turun dari sepeda motornya dan meminta korban menyerahkan uangnya.

Salah seorang di antaranya bahkan mengancam korban dengan menodongkan pistol. Sementara pelaku lainnya menggenggam clurit. Saat itu korban menyerahkan uang tunai senilai Rp 100.000.  “Saat saya ditodong, saya katakan saya tidak punya uang, hanya ada ini (uang Rp 100.000), yang kemudian saya serahkan kepada kedua pelaku,” tutur Sutanto saat memberikan keterangan kepada petugas di Mapolsek Nogosari.

Kedua pelaku lantas menggeledah korban dan juga membuka jok sepeda motor korban untuk mencari barang lainnya. Setelah itu, keduanya pun bergegas pergi dengan mengendarai sepeda motor mereka ke arah timur (Nogosari). Dompet korban berisi uang tunai dan dua buah STNK ikut dibawa kabur.

Salah satu pelaku sempat menembakkan pistolnya ke paha kanan korban. Sambil kesakitan, korban segera memberitahukan kejadian itu kepada sejumlah warga yang melintasi jalan tersebut. Dua warga setempat, Suyamto dan Gunanto, berupaya mengejar kedua pelaku. Namun saat kedua pelaku berhasil terkejar, baik Suyamto maupun Gunanto tidak berani menangkap kedua pelaku karena kedua pelaku itu masih membawa senjata.

Suyamto memilih melaju dan menunggu di pos ojek yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Ternyata, saat ditunggu, kedua pelaku justru berbalik arah ke Simo dan kabur. Korban bersama sejumlah warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Nogosari.

Setelah melapor, korban pun langsung ke Puskesmas setempat. Namun oleh tim medis di Puskesmas, korban dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Islam Solo untuk dirawat lukanya. Seusai mendapat laporan atas kejadian tersebut, Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib SIK beserta jajarannya segera mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

fid/sry

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…