Kamis, 1 Juli 2010 10:08 WIB Ekonomi Share :

TDL naik, Pertamax Cs ikut naik

Jakarta–PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Pertamax Cs di kisaran Rp 200-300 per liter. Perubahan harga ini terjadi di seluruh unit pemasaran perseroan mulai hari ini, Kamis (1/7).

Pada beberapa unit pemasarannya, BUMN migas tersebut menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Plus di kisaran Rp 200-300 per liter, sementara di wilayah pemasaran lainnya Pertamina justru menurunkan harga jual BBM non subsidi di SPBU-SPBU miliknya sekitar Rp 200-300 per liter.

Sedangkan khusus untuk Pertamina Dex harganya mengalami kenaikan Rp 200 per liter di seluruh unit pemasarannya.

“Terhitung tanggal 30 Juni 2010 pukul 00.00 WIB sebagian besar harga BBM non-subsidi Pertamina yang terdiri dari Pertamax, Pertamax Plus, Bio Pertamax di Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia kembali mengalami perubahan harga,” ujar Vice President Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra dalam siaran persnya yang diterima, Kamis (1/7).

Penyesuaian harga ini disesuaikan dengan per harga MOPS dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dibandingkan periode sebelumnya. Berikut daftar harga produk BBM non-subsidi Pertamina untuk periode 1 Juli 2010 yaitu

I. PERTAMAX PLUS

– Batam

BBM beroktan 95 itu dijual dengan harga Rp  6.550 per liter atau naik Rp 250 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.300 per liter.

– UPms I,

BBM beroktan 95 tersebut dijual dengan harga Rp 7.150 per liter atau naik Rp 250 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.900 per liter.

– UPms III

BBM beroktan 95 tersebut dijual dengan harga Rp 6.950 per liter atau naik Rp 250 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.700 per liter.

– UPms IV

BBM beroktan 95 tersebut dijual dengan harga Rp 7.100 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.400 per liter.

– UPms V

BBM beroktan 95 tersebut dijual dengan harga Rp 7.150 per liter atau naik Rp 250 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.900 per liter.

– UPms VI

BBM beroktan 95 tersebut dijual dengan harga Rp 7.150 per liter atau turun Rp 250 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.400 per liter.

II. PERTAMAX / Bio Pertamax

– UPms I

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 6.900 per liter atau naik Rp 200 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.700 per liter.

– UPms II

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp  6800 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.100 per liter.

– Bangka

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp  8.100 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 8.400 per liter.

– UPms III

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 6.450 per liter atau naik Rp 200 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.250 per liter.

– UPms IV

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp  6.750 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.050 per liter.

– UPms V

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 6.800 per liter atau naik Rp 200 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.600 per liter.

– Bali

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 6.800 per liter atau naik Rp 200 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 6.600 per liter.

– NTB

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 7.100 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.400 per liter.

– UPms VI

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 6.800 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.100 per liter.

– Kab. Kutai Barat

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 7.600 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.900 per liter.

– Kab. Berau

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 9.000 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 9.300 per liter.

– UPms VII

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 6.900 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 7.200 per liter.

– Palu

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 8.200 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 8.500 per liter.

– Kotamobagu

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 8.900 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 9.200 per liter.

– Gorontalo

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 8.600 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 8.900 per liter.

– Kendari

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 8.400 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 8.700 per liter.

– Tomohon

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 9.300 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 9.600 per liter.

– Bitung

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 9.300 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 9.600 per liter.

– Manado

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 9.200 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 9.500 per liter.

– Minahasa Selatan

BBM beroktan 92 tersebut dijual dengan harga Rp 9.200 per liter atau turun Rp 300 per liter dibanding periode sebelumnya seharga Rp 9.500 per liter.

III. PERTAMINA DEX SPBU
– UPms III

Harga jual produk ini   Rp 7.300 per liter atau naik Rp 200 per liter dari periode lalu sekitar Rp 7.100 per liter.

– UPms V

Harga jual produk ini   Rp 7.300 per liter atau naik Rp 200 per liter dari periode lalu sekitar Rp 7.100 per liter.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

AGENDA PRESIDEN
Datangi Undip, Jokowi Gagas Jurusan Ekonomi Digital

Agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) kali ini memberikan pidato di perayaan Dies Natalis ke-60 Undip. Solopos.com, SEMARANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Universitas Diponegoro (Undip) melakukan inovasi pendidikan guna memenuhi kebutuhan menghadapi perubahan zaman di era digital seperti saat…