Kamis, 1 Juli 2010 10:33 WIB Internasional Share :

Taliban gunakan bocah untuk tanam bom

Jakarta–Tentara asing di Afganistan mulai mencurigai modus baru dalam pemboman Taliban. Bahkan, untuk mengelabui, tak jarang bocah di bawah umur dimanfaatkan untuk menanam bom.

Menurut sumber-sumber intelijen militer, ada sekitar 12 anak yang rutin digunakan di daerah Sangin untuk menanam bom. Taliban menempuh taktik itu karena mereka tahu bahwa pasukan Inggris tidak mungkin curiga pada anak-anak.

Pada satu kesempatan kamera pengintai memperlihatkan dua anak berjalan di sepanjang jalan utama dengan seorang anak menempatkan sebuah IED (alat peledak) ke dalam lubang. Kemudian anak lainnya menutupi dengan batu dan tanah.

“Mereka tahu bahwa kami tidak akan mengincar anak-anak,” kata seorang sumber intelijen dengan 40 Commando, Royal Marines, yang berbasis di Sangin seperti dikutip dari telegraph.co.uk, Kamis (1/7).

Bocah-bocah tersebut dilibatkan karena tidak mengerti resiko sebuah bom. Apalagi, mereka dibayar dengan cukup tinggi. “(Taliban) Benar-benar memanfaatkan anak-anak yang membuat orang tua mereka marah. Tapi mereka sangat terintimidasi oleh Taliban,” imbuh sumber itu.

Sepanjang bulan Juni, ada 44 bom di pinggir jalan di Sangin. Setidaknya satu anak tewas akibat menanam IED. Sementara dua anak lainnya kehilangan salah satu tangannya.

“Kami mendapatkan anak dengan aksesoris tapi bukan tentara anak-anak,” kata Mayor Ed Moorhouse, Komandan Kompi Charlie, 40 Cdo.

“Mereka sepenuhnya diindoktrinasi sejak usia dini, Taliban tahu bahwa nilai-nilai Barat menghambat kita untuk menembaki anak-anak,” tandasnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…