Kamis, 1 Juli 2010 13:55 WIB Sepak Bola Share :

Ruarrr biasa, Saudara Tua

TOKYO–Jepang boleh gagal melampaui prestasi terbaik mereka di Piala Dunia seusai disingkirkan Paraguay di babak 16 besar. Toh, publik Jepang tetap memberi apresiasi luar biasa hangat kepada Tim Samurai Biru.

Delapan tahun lalu, Saudara Tua menorehkan sejarah dalam prestasi sepakbolanya. Saat menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan (Korsel), Jepang berhasil menjejak babak 16 besar. Itu merupakan capaian terbaik Samurai Biru di Piala Dunia.

Waktu bergulir, dan kini Piala Dunia sampai ke tanah Afrika. Dengan gagah berani, Keisuke Honda cs sukses lolos dari fase grup yang berisikan tim-tim tangguh macam Belanda, Kamerun dan Denmark. Hebatnya, Jepang lolos setelah menjadi runner-up di bawah De Oranje Belanda.

Memasuki babak 16 besar, Jepang berjumpa lawan dari Amerika Latin, Paraguay. Tampil ngotot, Jepang hanya bisa bermain imbang 0-0 dengan lawannya selama 2×45 menit, plus babak perpanjangan waktu. Di babak adu penalti, barulah Nippon menyerah kalah.

Sekali lagi, Jepang memang hanya sampai ke babak 16 besar. Namun fakta gelaran kali ini digelar jauh dari kampung halaman skuat Jepang, jelas menambah nilai sukses tim besutan Takeshi Okada. Apalagi, mereka memang tampil tak mengecewakan sama sekali.

Apa yang sudah ditunjukkan para pemain Jepang di lapangan, tak ayal membikin banga fans Jepang. Oleh sebab itu, kendati Samurai Biru gagal melebihi capaian terbaiknya selama ini, Timnas Jepang tetap disambut gegap gempita para fansnya di Tanah Air.

“Saya tentu saja sangat kecewa, tapi saya berterima kasih kepada tim yang sudah membuat kami bisa berharap dan bermimpi,” tegas Ryosuke Takashita, fans Jepang yang mengaku menyaksikan laga timnya dari sebuah bar olahraga di kawasan Tokyo, kepada Reuters, Rabu (30/6).

“Di awal Piala Dunia, tak ada (harapan-red), bahkan kami sendiri yang menilai mereka mampu, tapi mereka bisa lolos sampai ke babak kedua untuk membikin kami senang. Saya ingin berterima kasih kepada mereka,” sambung suporter lainnya, Fumiya Inaba.

Penampilan Jepang ketika menghadapi Paraguay memang tampak kurang semengalir seperti ketika menundukkan Tim Dinamit Denmark 3-1 di fase grup. Satu hal yang masih sama dalam laga di Stadion Loftus Versfeld, Pretoria, yakni semangat tak kenal lelah yang ditunjukkan Keisuke Honda dkk.

“Para pemain Jepang terlihat memang tak selincah seperti di partai-partai sebelumnya. Tapi mereka gagah berani bertarung melawan Paraguay sampai akhir, dan mereka layak menyandang julukan Samurai Biru,” tulis surat kabar Yomiuri, Rabu.

Jepang dipaksa menelan kekalahan dengan skor 3-5 oleh Paraguay melalui adu tendangan penalti. “Jelas saja kami kecewa. Kami punya kesempatan lolos ke perempat final. Kalah di adu penalti banyak dipengaruhi keberuntungan,” sahut Enji, fans Jepang yang ditemui di sekitar Stadion Loftus Versfeld.

“Kami gagal memperbarui sejarah kami di Piala Dunia. Padahal ini peluang yang sangat baik untuk mendapatkannya. Bagaimanapun, kami tetap bangga dengan tim ini. Jepang tampil hebat di turnamen ini. Terimakasih, Nippon,” lanjut pemuda asal Yokohama itu disambut sorak sorai dua rekannya.

JIBI/SOLOPOS/vdy/dtc

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…