Kamis, 1 Juli 2010 22:39 WIB Sukoharjo Share :

RSUD hanya usulkan penambahan dua bulan Jamkesda

Sukoharjo (Espos)–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo hanya akan mengusulkan penambahan Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) selama dua bulan.

Usulan penambahan Jamkesda untuk dua bulan itu terhitung sejak November hingga Desember mendatang. Langkah itu dilakukan menyusul RSUD memperkirakan penggedokan anggaran, baru dilakukan Oktober nanti sedang dana bisa dicairkan pada November.

Direktur RSUD, dr Machmud Surjanto SpOB mengatakan, dana Jamkesda sudah habis sejak awal bulan ini. Akibatnya, biaya perawatan dan obat ditanggung pasien miskin. Sedang biaya kamar dan makan baru ditanggung oleh RSUD. “Memang Jamkesda sudah habis sejak awal bulan ini. Untuk penambahan akan kami ajukan kurang lebih selama dua bulan,” terangnya ketika dijumpai wartawan Kamis (1/7).

Ditanya mengapa penambahan dana hanya untuk dua bulan, Machmud menjelaskan, berdasarkan perkiraan agenda penganggaran. “Anggaran paling kan digedok (diketuk-red) sekitar Oktober. Jadi baru November anggaran bisa cair sehingga yang kami ajukan juga hanya untuk dua bulan,” ujarnya.

Apabila anggaran diajukan mulai Juli, Machmud menjelaskan, akan percuma. “Perawatan kepada pasien miskin kan terus berjalan. Mulai Juli sampai akhir tahun. Nah, kalau perawatan pasien miskin terus jalan sementara anggarannya baru kami terima November untuk apa?” ujarnya. Tidak bisa, imbuh dia, kegiatan yang sudah dilakukan anggarannya baru diganti kemudian.

Dijumpai terpisah, anggota Komisi IV, Suryanto menilai RSUD tidak punya political will dalam menangani pasien miskin. “Terus terang saya heran dengan RSUD. Mengapa kalau keadaannya seperti ini mereka itu harus menunggu APBD-P. Ini kan urusan rakyat miskin, urusan yang krusial,” ujarnya.

Suryanto menambahkan, untuk membantu pasien miskin seharusnya RSUD bisa mengajukan usulan kegiatan mendahului anggaran. Dengan cara itu maka biaya Jamkesda mulai Juni hingga akhir tahun bisa terkover.

aps

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…