Kamis, 1 Juli 2010 15:53 WIB Wonogiri Share :

Puluhan kios di Pasar Selogiri mangkrak

Wonogiri (Espos)–Sekitar 50 kios di Pasar Selogiri dibangun dengan rencana sebagai pusat pembelian oleh-oleh khas Wonogiri beberapa tahun lalu. Puluhan kios mangkrak, pemasaran terkendala minimnya kunjungan pelancong.

Beberapa pedagang yang ditemui Espos dilokasi, menyatakan, pasar itu berubah menjadi sepi semenjak pembangunan kios. Salah satu pedagang yang mengaku berjualan sejak 1972, Tutik mengatakan perubahan itu dirasakannya mulai tahun-tahun awal kios didirikan.

“Sekitar tahun 2000 lalu dibangun. Sebelumnya saya jualan bisa menghabiskan beras 10 kilogram, sekarang paling-paling dua kilogram,” katanya kepada Espos, Kamis (1/7).

Pedagang makanan itu juga mengaku tidak melihat pedagang oleh-oleh khas Wonogiri sejak kios itu dibangun. Tulisan ‘Pusat oleh-oleh khas Wonogiri’, lanjutnya juga sudah diganti tulisan lain setahun lalu.

“Itu cuma namanya, rata-rata di sini orang berjualan makanan, buka jasa playstation, jual pulsa dan lainnya. Saya belum pernah lihat orang berjualan oleh-oleh khas Wonogiri di sini,” katanya.

Kabid Pengelolaan Pasar Disperindakop dan UKM, Ngadimin membenarkan tentang rencana awal pembangunan itu. Rencana itu, lanjutnya, keluar setelah melihat embrio ramainya Pasar Selogiri. “Rencana itu kemudian diikuti dengan pembangunan terminal,” katanya.

Ngadimin menjelaskan mangkraknya puluhan kios di tempat itu disebabkan oleh sepinya pengunjung. Selama ini dia mengaku mengupayakan solusi melalui mengimbau para pedagang untuk tetap membuka dagangan. “Masalahnya para pelancong tidak ada yang singgah,” katanya.

m85

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…