Kamis, 1 Juli 2010 11:49 WIB News Share :

Pengamat
Polri belum sepenuhnya dipercaya masyarakat

Kupang–Pengamat hukum dan antropologi sosial Universitas Nusa Cendana Kupang Dr Karolus Kopong Medan SH MHum mengatakan Polri hingga memasuki usianya ke-64, belum sepenuhnya mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pengayom dan pelindung.

“Hal ini terjadi, karena aparat kepolisian kita sering menampilkan sosok yang menakutkan, terutama dalam hal menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat yang selalu berbuntut pada kisah KUHP (kasih uang habis perkara). Ini sebuah realitas yang dialami masyarakat jika berurusan dengan polisi,” katanya di Kupang, Kamis (1/7).

Kopong Medan yang juga Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengemukakan pandangannya tersebut terkait dengan sosok dan kinerja aparat Kepolisian RI hingga ulang tahunnya ke-64 pada 1 Juli 2010.

Menurut dia, masyarakat sangat mendambakan sosok Polri yang mampu mengatasi dan membentengi berbagai persoalan yang dihadapi, namun dambaan akan sosok Polri yang demikian belum sepenuhnya terwujud.

Apalagi, kata Karolus Kopong Medan , munculnya dugaan praktik makelar kasus (Markus) dalam tubuh Polri saat ini serta adanya rekening misterius yang bernilai miliaran rupiah yang dimiliki oleh sejumlah petinggi Polri, membuat masyarakat seakan tak percaya lagi dengan institusi pengayom dan pelindung masyarakat ini.

Menurut Kopong Medan, untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri maka satu-satunya langkah yang mestinya dilakukan adalah penanganan kasus-kasus internalnya secara transparan dan bertanggung jawab.

“Tanpa itu, citra Polri akan terus merosot di mata masyarakat, karena masyarakat sudah berpikir negatif terhadap kinerja aparat Kepolisian ,” ujarnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…