Kamis, 1 Juli 2010 14:33 WIB Sepak Bola Share :

Okada ancang-ancang pergi

PRETORIA–Wakil Asia di Piala Dunia habis tak tersisa ketika Timnas Jepang disingkirkan Paraguay melalui adu tendangan penalti. Namun bagi Takeshi Okada, Samurai Biru sudah membuat bangsa Asia bangga.

Kegagalan Jepang dalam adu penalti melawan Paraguay bermula dari tendangan Yuichi Komano yang membentur mistar gawang. Gagalnya Komano, membuat kedudukan saat itu tetap di angka 2-3. Paraguay di atas angin ketika tendangan Nelson Valdez gagal dihentikan kiper Kawashima.

Eksekusi Keisuke Honda yang berhasil pun hanya mampu mempertipis kedudukan menjadi 3-4. Alhasil, ketika Oscar Cardozo sukses melesakkan penaltinya, Jepang pun tersingkir. Mereka angkat koper seperti wakil Asia lainnya, Korea Selatan, yang lebih dulu disingkirkan Uruguay.

Okada mengakui kekalahan Jepang, dan ia menyebut kekalahan itu tanggung jawabnya. Namun, ia mengklaim apa yang dilakukan Jepang telah membawa kebanggaan untuk Asia. “Tim ini telah membuat saya bahagia. Tim ini telah membuat seluruh Jepang dan Asia bangga,” tukasnya di ESPN Star.

Mengenai kekalahan dari Paraguay, Okada menyesali mengapa timnya tak bekerja lebih keras lagi sepanjang 120 menit. Ia juga mengomentari mandeknya Keisuke Honda yang dikawal ketat oleh pemain-pemain Paraguay.

“Sebagai pelatih, saya merasa seharusnya kami berusaha lebih keras. Kami bermain terlalu dalam. Honda dimatikan. Sekali lagi, saya bertanggung jawab penuh atas ini semua,” tandasnya. Jepang lolos ke babak perdelapanfinal dengan status runner-up Grup E.

Pada grup tersebut, mereka meraih dua kemenangan, atas Kamerun dan Denmark. Pencapaian Jepang kali ini juga lebih baik ketimbang Piala Dunia 2006. Ketika itu mereka bahkan tak lolos dari grup.

Seusai gelaran Piala Dunia, Okada siap mengundurkan diri. mengisyaratkan bakal meninggalkan posnya karena merasa sudah tidak dibutuhkan. “Saya pikir saya sudah tidak punya pekerjaan yang harus dilakukan lagi, mungkin,” ujar Okada sebagaimana dikutip Reuters.

“(Kekalahan) ini tanggung jawab saya, kami tidak cukup ngotot. Saya tidak bisa mengungkapkan lebih jauh. Saat saya melihat ke belakang apa yang seharusnya saya lakukan kepada pemain, saya seharusnya lebih ngotot mengejar kemenangan,” imbuhnya.

Okada mulai menangani Jepang pada Desember 2007 untuk menggantikan Ivica Osim. Sebelum Piala Dunia 2010, Okada mencanangkan target membawa Jepang sampai semifinal. Okada nyaris kehilangan jabatan sebelum Piala Dunia dimulai, saat Samurai Biru dipecundangi Korea Selatan di laga ujicoba.

JIBI/SOLOPOS/dtc

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…