Kamis, 1 Juli 2010 19:30 WIB Hukum Share :

Likuidasi Polwi Surakarta, Poltabes Solo akan ajukan anggaran

Solo (Espos)–Jajaran Poltabes Solo berencana mengajukan anggaran perawatan ke unsur pimpinan di atasnya menyusul adanya pelimpahan aset bergerak dan tidak bergerak dari Polwil Surakarta. Pengajuan anggaran diperlukan terkait terbatasnya anggaran yang dimilik Poltabes saat ini.

Demikian ditegaskan Kapoltabes Solo, Kombes Pol Nana Sudjana saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (1/7). Sejak beberapa hari terakhir diketahui Poltabes Solo menerima sejumlah aset bergerak dan tidak bergerak dari Polwil Surakarta, seperti 10 unit kendaraan bermotor, 1 unit barier, 1 unit <I>water canon<I>, dan bekas gedung Polwil Surakarta.

“Kami memang mendapatkan aset-aset seperti itu. Yang terpenting kan merawat aset tersebut agar tidak mudah rusak atau aus, makanya dalam waktu dekat ini kami pun akan mengajukan penambahan anggaran ke atas. Seluruh aset yang ada nantinya akan kami gunakan untuk mendukung operasional anggota,” tegas Kapoltabes Solo, Kombes Pol Nana Sudjana.

Lebih lanjut dia mengatakan, proses likuidasi Polwil memang sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Di mana, Poltabes Solo selain mendapatkan aset bergerak dan tidak bergerak juga mendapatkan beberapa personel. Masing-masing personel yang ditempatkan di Poltabes Solo sudah dilakukan penataan dan diharapkan dapat menyesuaikan diri secepatnya.

“Personel juga sudah dibagi-bagi. Di luar kami, beberapa daerah di eks karesidenan Surakarta juga mendapatkan hal serupa. Semuanya dibagi rata,” ulas dia.

Sebelumnnya, mantan Kapolwil Surakarta, Kombes Pol Erry Subagyo menegaskan Proses likuidasi Polwil Surakarta dipastikan sudah selesai memasuki awal bulan Juli kali ini. Di sisi lain, Polwil Surakarta juga sudah melakukan tutup buku.

“Sudah selesai semuanya soal proses likuidasi tersebut,” kata dia.

pso

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…