Kamis, 1 Juli 2010 17:56 WIB News Share :

Kontras siap buka-bukaan kasus suap Pati Polri


Jakarta–
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) siap membuka data dan jadi saksi atas kasus praktek suap terhadap perwira tinggi Polri. Namun syaratnya harus ada jaminan perlindungan yang jelas bagi para saksi.

“Bila sampai ke persidangan, kami siap membantu dan membeberkan bukti lain. Kami juga punya saksi yang kompeten. Tapi harus dijamin bila kasusnya diungkap, maka saksi dilindungi negara,” ujar Ketua Divisi Polhukam Kontras, Erwin Partogi, di Kantor Tempo, Jl Proklamasi, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Menurutnya data yang Kontras miliki lebih dahsyat dibanding tulisan berjudul ‘Rekening Gendut Perwira Polisi’ yang dimuat oleh majalah Tempo dan membuat Mabes Polri tersinggung. Bahkan nilai uang dan modus suap yang diberitakan di Tempo dapat dikategorikan masih dalam skala kecil.

“Kami punya data lebih besar yang meliputi modus operandi, pola suap, siapa yang berpotensi menerima suap, siapa yang berpotensi memberikan suap dan apa kepentingannya,” tutur Erwin.

Menyinggung jaminan perlindungan bagi saksi, menurutnya merupakan hikmah dari kasus Susno Duadji. Sebagai seorang saksi kasus dugaan mafia hukum, mantan Kabareskrim Mabes Polri itu dikenakan status tersangka dalam kasus pelanggaran displin sehingga LPSK kesulitan memberikan perlindungan.

“Jadi jangan sampai kejadiannya seperti Susno. Kami tantang Kapolri mengusut rekening gendut perwira polisi,” tegas Erwin.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…