Kamis, 1 Juli 2010 16:23 WIB News Share :

Diduga korupsi Rp 8,358 miliar, Menneg BUMN diadukan ke Kejagung

Jakarta – 50-an orang menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung. Mereka mengadukan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar yang diduga telah menyelewengkan uang negara semasa menjabat Kepala Bulog. Nilainya mencapai Rp 8,358 miliar yang dikutip dari Biaya Operasional Penyaluran (BOP) raskin 2006-2007.

“Angka itu diperoleh dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 13 April 2009. Penggelapan itu pada masa perum Bulog dipimpin Mustafa Abubakar yang kini sebagai Menteri Negara BUMN,” kata koordinator aksi, Nurmansyah di Gedung Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (1/7).

Menurut Nurmansyah kasus tersebut sempat mengemuka namun tenggelam karena kalah dengan kasus-kasus lain seperti Bank Century. Ia pun akan mengadukan dugaan skandal ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita akan mengadukan juga ke KPK. Kita rencanakan kesana biar diusut duit rakyat yang hilang,” ucapnya.

Dalam sejarah Bulog, mantan Kepala Bulog kerapkali menjadi terpidana korupsi. Sebut saja Widjanarko Puspoyo, Rahardi Ramelan dan Bedu Amang. Rahadi Ramelan divonis 2 tahun penjara karena telah menyelewengkan Rp 62,9 miliar, sementara Widjanarko divonis 10 tahun dengan nilai korupsi Rp 78,3 miliar.

“Harus dibenahi. Bulog kok jadi seperti lumbung uang bagi oknum-oknum,” tegasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…