Kamis, 1 Juli 2010 14:58 WIB Sepak Bola Share :

Cruyff
Brazil membosankan!

AMSTERDAM–Legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff, ikut memanaskan tensi menjelang duel perempat final Piala Dunia 2010. Brazil, yang akan meladeni Belanda, Jumat ( 2/7), dituding sebagai tim membosankan. Yang membuat telinga kubu Samba, julukan Brazil, semakin panas, Cruyff mengaku tak mau merogoh kocek hanya untuk melihat Brazil bertanding!

Pelatih Brazil, Carlos Dunga, memang sudah melupakan sejarah sukses Samba dengan gaya sepak bola indahnya. Permainan defensif dengan mengandalkan serangan balik, lebih dipilih sang arsitek.

Meskipun Brazil sukses memecundangi Cile 3-0 di babak 16 Besar dan merebut tiket perempat final, Cruyff mengaku dirinya tak terkesan. Di matanya, penampilan Brazil tak jauh beda dengan kontestan Piala Dunia lainnya.

“Saya tak akan mau membayar tiket hanya untuk melihat pertandingan Brazil. Tim Brazil yang kami kenal tidak ada di Piala Dunia ini,” sindir Cruyff kepada The Mirror, seperti dilansir goal.com, Rabu (30/6).

“Saya melihat tim ini dan saya teringat dengan pemain seperti Gerson, Tostao, Falcao, Zico atau Socrates. Sekarang, saya hanya melihat Gilberto Silva, Felipe Melo, Bastos dan Julio Baptista,” keluhnya.

Mantan pemain Barcelona itu merasa kehilangan atas lenyapnya sihir apik ala Samba, yang sukses mempersembahkan lima trofi Piala Dunia. “Di mana sihir Brazil? Saya bisa pahami pilihan Dunga, tapi di mana playmaker atau pemain berkualitas di lini tengah?”

“Saya tidak yakin ada penonton yang ingin melihat mereka bermain. Brazil harus bermain lebih intensif, lebih berirama di lapangan, karena saat ini mereka tidak istimewa. Mereka hanya seperti tim-tim lainnya,” kritik Cruyff lagi.

JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…