Kamis, 1 Juli 2010 20:20 WIB Hukum Share :

Beraksi di 28 TKP, pelaku Ranmor diringkus di tempat kosan

Solo (Espos)–Afif Solihin, 21, warga Transan, Gawok terpaksa harus kembali berurusan dengan polisi. Pasalnya, residivis pencuri helm yang pernah dihukum selama 5 bulan di Rutan Solo tersebut nekat melakukan tindakan pencurian sepeda motor di 28 tempat kejadian perkara (TKP) di Solo dan sekitarnya.

Informasi yang dihimpun Espos, pengangguran tersebut seringkali melakukan aksinya dengan mbandrek kunci sepeda motor dengan obeng. Di setiap melakukan aksinya, tersangka selalu memilih sepeda motor calon korbannya yang sedang diparkir di suatu tempat. Seringkali, sepeda motor yang dicuri pelaku dijual ke seorang pengepul bernama Rawi dengan harga Rp 2 juta per unit. Seluruh TKP yang dijadikan lokasi pencurian, seperti 16 kali di Karanganyar, empat kali di Sukoharjo, enam kali di Solo, dan dua kali di Boyolali.

“Pelaku berhasil kami tangkap di sebuah tempat kos-kosan di Banjarsari tanpa melakukan perlawanan berarti,” tegas Kapoltabes Solo, Kombes Pol Nana Sudjana didampingi Kasatreskrim, Kompol Mugi Sekarjaya saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (1/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, motif pelaku dalam melakukan aksinya terkait dengan upaya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Poltabes Solo.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian,” ulas dia.

pso

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…