Kamis, 1 Juli 2010 16:46 WIB Karanganyar Share :

Antrian haji menunggu selama 4 tahun

Karanganyar (Espos)–Pendaftar haji yang masuk dalam daftar tunggu di Kabupaten Karanganyar harus bersabar selama empat tahun. Mereka yang mendaftar di tahun 2010 ini, sesuai kuota baru akan bisa diberangkatkan pada tahun 2014 mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H Juhdi Amin, melalui Kasi Haji dan Umroh, H Tri Waspodo, kepada wartawan menjelaskan banyaknya daftar tunggu karena animo berhaji masyarakat setempat yang kian tinggi. Jika diasumsikan setiap tahun kuota calon haji sebanyak 500 orang, jumlah daftar tunggu mencapai sekitar 2.000 orang.

“Tahun ini (2010-red) calon haji yang masuk di Siskohad (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) di pusat untuk Karanganyar sebanyak 460 orang. Lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sejumlah 438 orang. Pencaftar setidaknya harus menunggu empat tahun sebelum bisa diberangkatkan,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/7) siang.

Tri Waspodo mengatakan, kuota untuk Kabupaten Karanganyar sebenarnya selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Namun karena minat dan kemampuan masyarakat juga ikut meningkat, jumlah pendaftar dan daya tampung tetap tidak sepadan. Dikemukakan dia, kuota jemaah calon haji saat ini bertambah signifikan jika dibandingkan tahun 1994 yang hanya 64 orang.

Meski terhitung lama, Tri Waspodo menyebutkan masa tunggu untuk jemaah calon haji di  Karanganyar relatif lebih singkat dengan warga Jawa Timur (Jatim). Padahal dari sisi kuota, masyarakat Jatim sebenarnya mendapatkan jatah lebih banyak. Menurut pengalaman tahun lalu, kuota haji Jateng sebanyak 29.435 orang, sedangkan bagi Jatim 30.000 orang lebih.

“Jadi kalau di Karanganyar daftar tunggu sampai selama empat tahun, di Jatim bisa delapan tahun. Dengan demikian kalau mendaftar pada 2010, berangkatnya tahun 2018 mendatang,” ujarnya. Masa tunggu yang cukup lama disebabkan kuota dan peminat yang tidak sebanding.

Sementara itu Staf Seksi Haji dan Umroh yang mendampingi Tr Waspodo, Arif Rahmanto, menyebutkan kuota haji tahun 2009 bertambah 62 orang jika dibandingkan jatah tahun 2008 yang tercatat sebanyak 376. Meski kuota sempat turun di periode 2007 ke 2008 dan periode 2003 ke 2004, jumlahnya mengalami tren kenaikan selama 10 tahun terakhir.

try

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…