Kamis, 1 Juli 2010 13:16 WIB Internasional Share :

2200, Titik klimaks perubahan cuaca


Jakarta-
-Empat belas ilmuwan sepakat bahwa pada abad mendatang akan terjadi peningkatan suhu rata-rata global yang belum pernah terjadi dalam 10 ribu tahun terakhir.

Titik balik akan terjadi sebelum tahun 2200 jika pemanasan global terus berlanjut, dengan prediksi skenario terburuk dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Sembilan dari 14 ilmuwan mengatakan kemungkinan titik balik dari skenario tertinggi ini lebih dari 90%, dan hanya satu ilmuwan yang mengatakan kemungkinan hanya 50%.

Pada tingkat emisi CO2 seperti saat ini, dunia sedang berada di jalur lintasan tinggi menyangkut pemanasan global, ujar pihak IPCC.

Survei yang diterbitkan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini dilakukan oleh tim yang dipimpin Granger Morgan dari Carnegie Mellon University, Pittsburgh. Survei mencari tahu tingkat konsensus di antara para ilmuwan iklim menyangkut ketidakpastian prediksi masa depan.

Tim ini bertanya kepada 14 ilmuwan di antaranya Stefan Rahmstorf dari Potsdam Institute for Climate Impact Research di Jerman dan Tom Wigley dari US National Centre for Atmospheric Research di Boulder, Colorado. Survei dilakukan lewat wawancara email yang dilanjutkan dengan tatap muka.

Pertanyaan difokuskan pada kemungkinan ‘perubahan dasar’ menyangkut sistem iklim “dengan konsekuensi global yang bertahan selama beberapa dekade”. Para ilmuwan diminta apakah mereka berpikir soal titik balik yang kemungkinan besar terjadi dalam kurun waktu 200 tahun ke depan berdasarkan tiga skenario perubahan iklim yang berbeda yaitu kadar rendah, menengah dan tinggi.

Seperti dikutip dari Independent, 13 dari 14 ahli mengatakan kemungkinan mencapai titik klimaks lebih besar dari 50%, dan 10 mengatakan bahwa kemungkinan besar 75% atau lebih.

Granger dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa skenario suhu tinggi masih dalam kisaran yang masuk akal seperti skenario yang ditawarkan oleh IPCC.

Myles Allen, seorang peneliti iklim di University of Oxford yang merupakan salah satu dari 14 yang diwawancarai, mengatakan bahwa perubahan dasar menyangkut sistem iklim dalam suatu wilayah, belum dapat dipetakan dengan konsekuensi yang berpotensi tak terduga

“Studi perbandingan seperti ini sangat membantu bagi masyarakat untuk memahami bahwa jelas terdapat berbagai pandangan di antara para ilmuwan dan tidak bisa dihindari, tetapi tingkat konsensus cukup tinggi. Orang-orang secara luas setuju tentang apa yang terjadi dan apa yang mungkin terjadi di bawah skenario yang berbeda,” kata Dr Allen.

Semua ahli sepakat bahwa pada abad mendatang kita akan menyaksikan peningkatan suhu rata-rata global yang belum pernah terjadi dalam 10 ribu tahun terakhir. Namun, titik balik ini adalah perubahan yang lebih kualitatif dengan cara berperilaku sistem iklim, kata Dr Allen.

Peningkatan emisi karbon dioksida dalam beberapa dekade mendatang akan sangat penting dalam menentukan jenis iklim pada tahun 2200.

Tingkat CO2 saat ini, berjalan sekitar 380 bagian per juta (parts per million/ ppm) dan cenderung meningkat sampai 1.000 ppm jika tidak ada yang dilakukan untuk membatasi emisi dari pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak dan batubara.

inilah/isw

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…