Rabu, 30 Juni 2010 07:42 WIB News Share :

Visum selesai, 6 jenazah diambil keluarga

Madiun – Tim dokter forensik Polres Madiun telah selesai melakukan visum terhadap 6 jenazah korban kecelakaan kereta Api Logawa. Keenam jenazah yang terdapat di RSUD Panti Waluyo, Caruban, Madiun telah dibawa keluarga ke rumah duka masing-masing korban.

Keenam korban tewas tersebut yakni Rahmat Bayu Rianto (15), warga Jalan Manggala Mulya No 7 Kelurahan Rejomulyo Kota Madiun, Hariadi M Noor Khoiri (38) warga Jalan Hasyim Asyari No 14 Malang. Keduanyanya diambil keluarga pukul 23.30 WIB Selasa (29/6)

Sedangkan 4 jenazah lainnya diambil pukul 01.00 WIB dini hari, Rabu (30/6/2010), yakni Kuatno (29), warga Sibalung RT I RW 12 Kelurahan Kemranjen, Banyumas, Sholeh (58) warga Jalan Kalimantan RT 6 RW 2 Kartoharjo, Madiun dan Ibnu Malik (35), warga RT 4 RW 1 Desa Genengan, Blitar, dan Agus Riyanto (34) warga Desa Sirapan Kabupaten Madiun.

Edi, penjaga kamar jenazah RSUD Panti Waluyo Caruban kabupaten Madiun kepada detikcom, Rabu (30/6) mengatakan bahwa lamanya pengambilan jenazah karena masih menunggu keluarga yang kebanyakan dari luar kota serta visum yang memerlukan waktu lama. “Rumah korban jauh jadi kita menunggu pihak keluarga yang datang dan juga visum memang lama kalau banyak gini,” jelas Edi.

Selain menewaskan 6 penumpang, kecelakaan KA Logawa di Desa Pajaran Kecamatan Saradan Madiun yang merupakan perbatasan dengan Nganjuk tersebut juga mengakibatkan 80-an penumpang lain luka-luka dirawat di RSUD Caruban, Madiun, Nganjuk serta Kediri.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…