Rabu, 30 Juni 2010 09:50 WIB Wonogiri Share :

Tak tahan sakit, kakek nggantung

Wonogiri (Espos)--Seorang kakek berusia 62 tahun, warga Dusun Ploso RT 3/RW XV Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Juari Maryono, Selasa (29/6) ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga di belakang rumahnya. Dia diduga frustrasi karena sudah bertahun-tahun menderita sakit perut yang tak kunjung sembuh.

Aksi bunuh diri itu membuat heran keluarga dan warga sekitar karena korban dikenal taat beribadah dan rajin ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Keterangan yang diperoleh Espos dari Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Pracimantoro, Eko Suharyono, mewakili Camat Pracimantoro, Kuswandi, mayat Juari ditemukan dalam kondisi tergantung oleh dua tetangganya, Ngadiyem dan Ngatiyem, sekitar pukul 06.30 WIB.

“Saat itu, kedua warga ini sedang dalam perjalanan menuju ladang. Saat melintas di depan rumah Juari, salah satu dari mereka kebetulan menengok ke bagian belakang rumah dan melihat ada tubuh tergantung di pohon manggan tak jauh dari kandang sapi,” jelas Eko, saat dihubungi Espos, Selasa.

Dua warga itu, lanjut Eko, kemudian memberitahu keluarga Juari yang saat itu masih berada di dalam rumah. Lalu bersama-sama mereka menurunkan jenazah Juari. Menurut Eko, keluarga dan warga setempat dibuat heran dengan aksi bunuh diri itu karena korban dikenal sangat taat beribadah dan rajin ke masjid.

“Termasuk pagi itu, kemungkinan korban baru pulang dari masjid untuk salat Subuh sehingga keluarga tidak curiga. Selain itu, tidak ada tanda-tanda atau perilaku aneh dari korban sebelum melakukan aksi bunuh dirinya,” kata Eko.

Tubuh korban, tambah Eko, telah diperiksa oleh petugas Puskesmas dan tidak ada tanda-tanda aneh semisal pemaksaan atau penganiayaan dari orang lain. Tewasnya Juari itupun dinyatakan murni karena bunuh diri.

shs

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…