Rabu, 30 Juni 2010 14:19 WIB Ekonomi Share :

Selang dan tabung tidak ber-SNI masih beredar

Solo (Espos)–Sejumlah toko di Kota Solo masih banyak yang menjual selang dan tabung elpiji abal-abal. Mayoritas, selang dan tabung yang dijual tidak secara jelas mencantumkan logo standar nasional Indonesia (SNI). Hal ini diketahui, saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko di Kota Solo, Rabu (30/6).

Di Toko Manis yang berlokasi di Jl Ketandan 65, Solo, tim yang terdiri dari Disperindag dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu menemukan selang yang tidak ber-SNI. Selang tersebut berwarna orange dan tidak ada keterangan produk yang jelas, kecuali hanya bertuliskan huruf China dan buatan Korea. Di Toko Manis juga tersedia selang yang dinilai standar karena ada logo SNI. Selang tersebut berwarna hitam.

Sementara, di toko tersebut regulator dan tabung yang dijual rata-rata sudah standar. “Sudah standar secara fisik. Artinya, ada logo SNI, ada nomor seri dan tahun pembuatan. Tetapi, kalau memastikan apakah tabung dan regulator itu asli atau palsu itu masih perlu penelitian laboratorium,” tutur Kasi Perlindungan Konsumen Disperindag Solo, Joko Wiwoho, saat ditemui wartawan di sela-sela Sidak, Rabu (30/6).

haw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…