Rabu, 30 Juni 2010 07:24 WIB News Share :

Pagi ini, Hary Tanoe lapor ke polisi soal TPI

Jakarta –– CEO PT Media Nusantara Citra (MNC) Group Hari Tanoesoedibyo akan melapor ke Polda Metro Jaya. Kedatangan Hari Tanoe ini untuk melaporkan surat dari Kementerian Hukum dan HAM yang dijadikan dasar upaya untuk pengambilalihan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI).

“Hary Tanoesoedibjo besok pagi, pukul 07.30 WIB melapor ke Polda Metro Jaya mengenai pemalsuan surat Kemenkumham yg dijadikan dasar upaya mengambilalih TPI,” kata Corporate Secretary MNC, Gilang Iskandar lewat pesan singkat yang diterima detikcom, Selasa (29/6).

Sebelumnya, Hary Tanoesoedibjo meminta Siti Hardiyati Roekmana atau yang kerap dipanggil Mbak Tutut bisa menyelesaikan sengketa kepemilikan PT Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) secara musyawarah. Namun, Hary mengaku sudah lima tahun kesulitan untuk menemui putri sulung almarhum mantan Presiden Soeharto itu.

Ia mengatakan, dirinya sudah mencoba berbagai cara untuk bertemu, melalui berbagai pihak yang dekat dengan Mbak Tutut. Namun, niatan itu sama sekali tidak direspon.

Ia juga menyayangkan Mbak Tutut yang secara sepihak telah menegaskan menguasai kembali kepemilikan TPI dari MNC. Padahal, selama ini MNC telah mengambil 75 persen kepemilikan saham TPI melalui dana sebesar US$ 55 juta pada tahun 2002.

Dana tersebut telah digunakan oleh Mbak Tutut untuk membayar utang pribadi dan TPI ke berbagai kreditur, termasuk tunggakan pajak yang jumlahnya cukup besar kala itu.

Setelah kesepakatan tersebut, kewajiban utang Mbak Tutut dan TPI lunas sudah. Dengan dipegang oleh MNC, TPI mencoba bangkit kembali dari keterpurukan. Menurut Hary, bahkan Mbak Tutut sendiri telah melayangkan surat yang isinya berterima kasih telah membantu dirinya terlepas dari lilitan utang.

“Tapi setelah berterima kasih, sekarang malah minta diambil kembali, ini tidak sesuai dengan hukum,” kata Hary saat jumpa pers di Menara Kebon Sirih, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (28/6) lalu.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…