Rabu, 30 Juni 2010 18:33 WIB Sragen Share :

Minta keringanan biaya operasi, SKM ditolak RS


Sragen (Espos)–
Malang benar nasib Lagiyem, 45, warga Dukuh Butuh, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen. Upaya keluarga untuk mencari keringanan biaya operasi di rumah sakit ditolak. Kendati keluarga Lagiyem membawa surat keterangan miskin (SKM) dari desa setempat. Sebagai bentuk solidaritas warga Dukuh Butuh yang dikoordinasi Bayan Banaran Susilo WS mencari donatur sukarela warga sekitar untuk membantu meringankan beban keluarga Lagiyem.

Lagiyem terhitung keluarga miskin di Dukuh Butuh. Saat usia kandungan anak ketiganya menginjak enam bulan, kondisi Lagiyem mulai melemah. Lagiyem pun diperiksakan ke bidan desa oleh suaminya Purwanto, 48. Akhirnya bidan desa merujuk Lagiyem ke RSU Sarila Husada Sragen untuk melakukan operasi sesar terhadap kandungannya. Dengan biaya sekitar Rp 8 juta, operasi sesar pun dilakukan. Bayi Lagiyem selamat, namun Lagiyem mengalami pendarahan dan pembengkakan, hingga Lagiyem harus dirujuk ke RSU Dr Oen Solobaru.

Purwanto hampir putus asa mendengar permintaan RSU dr Oen untuk melakukan operasi terhadap istrinya, lantaran keluarga harus menyediakan biaya sampai Rp 30 juta. Purwanto berusaha mencari SKM ke desa, namun surat itu pun tidak diterima pihak RSU.

“Jangankan untuk membiayai operasi senilai Rp 30 juta, untuk biaya bayinya di RSU Sarila Husada yang habis Rp 8 juta saja sudah keberatan. Bahkan rumahnya mau dijual hanya ditawar Rp 12 juta. Mereka kesulitan biaya, diharapakan pemerintah Sragen bisa merespons kondisinya,” tukas Wakil Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono yang menerima keluhan dari keluarga Purwanto.

Dia menerangkan, Purwanto biasa bekerja sebagai tukang batu dengan penghasilan pas-pasan. Kondisi bayinya di RSU Sarila Husada juga cukup memrihatinkan.

“Jadi posisi bayi di RSU Sarila Husada Sragen sedangkan ibunya di Solobaru. Kasian mereka, Lagiyem dirujuk ke RSU Dr Oen pada dua hari lalu dan hingga sekarang kondisinya masih memerihatinkan juga,” tambahnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…