Rabu, 30 Juni 2010 23:53 WIB Karanganyar Share :

Kasus GLA, Perpanjangan penahanan rugikan Handoko

Karanganyar (Espos)--Tim Penasihat hukum tersangka kasus dugaan korupsi proyek perumahan Griya Lawu Asri (GLA), Handoko Mulyono, menilai perpanjangan penahanan kliennya antara Rabu (9/6) sampai Senin (29/6), telah merugikan kliennya.

Anggota tim penasihat hukum Handoko Mulyono, Yuri Warmanto, menyatakan hal itu karena ada dua surat perintah penahanan untuk periode masa penahanan yang sama. Yang membedakan, kata dia, satu dari dua surat itu tak mencantumkan dengan jelas Ketua KSU Sejahtera tersebut akan ditahan jaksa penuntut umum (JPU) sejak dan sampai kapan.

“Jadi ada dua surat penahanan yang diterima keluarga. Yang satu diterima ketika pelimpahan klien kami (Handoko Muyono) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar pada tanggal 9 Juni, serta surat yang satunya lagi baru diberikan hari Selasa (29/6) kemarin,” ungkapnya ketika dihubungi Espos melalui telepon genggamnya, Rabu (30/6) sore.

Sebelumnya Kepala Kejari Karanganyar, Purwani Utami SH, didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Bambang Tedjo Manikmoyo SH, dan Kasi Intel, Eko Kuntadi SH, menegaskan perpanjangan penahanan Handoko Mulyono telah sesuai dengan KUHAP. Purwani melalui Bambang juga menunjukkan berita acara yang menyebutkan secara lengkap masa atau periode penahanan Ketua KSU Sejahtera itu.

try

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…