Rabu, 30 Juni 2010 16:28 WIB Sepak Bola Share :

Kalah tetap bangga

DURBAN— Kekalahan 1-2 dari Belanda di babak perdelapan final, memupuskan harapan Slowakia untuk membuat kejutan lain di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Apa pun, Slowakia tetap pulang dengan kepala tegak.

Robert Vittek menutup akhir dari perjalanan Slowakia dengan sebuah gol eksekusi dari titik penalti di menit terakhir pertandingan yang berlangsung di Stadion Moses Mabhida, Durban, Senin (28/6) malam WIB.

Kendati kalah, bintang Repre (julukan Timnas Slovakia) itu berujar dirinya bangga dengan capaian timnya. “Kami pulang ke rumah dengan bangga dan dengan kepala tegak. Kami bangga dengan apa yang kami raih, bukan hanya hari ini, tapi sejak dari pertandingan pertama hingga terakhir,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi FIFA, Selasa (29/6).

Vittek menambahkan timnya tidak pernah menyangka bisa bertahan sejauh ini. Apalagi lolos dari penyisihan grup dan mengalahkan juara dunia 2006, Italia. Slowakia memang memperlihatkan permainan tangguh serta mengejutkan bagi kontestan lain di Grup F.

Baru kali pertama mencicipi Piala Dunia, namun Slovakia meraih poin 4 (satu kali menang, satu kali seri dan satu kali kalah) dan total lima gol hingga babak knockout. “Kami adalah pemenang bagi rakyat Slowakia, dan saya harap kami bisa merayakannya. Secara pribadi, saya senang karena saya sudah menunjukkan kepada dunia saya bisa mencetak gol,” imbuhnya.

Vittek menjadi pahlawan bagi Slowakia karena mencetak 4 dari total 5 gol bagi Slowakia di turnamen ini. Bahkan, dua di antaranya dicetak berturut-turut saat melawan Italia. Penyerang yang bermain di Liga Turki itu saat ini menjadi satu-satunya topskor bagi Repre.

“Kami mencetak hasil bagus di sini (Afrika Selatan), semua ibarat hadiah luar biasa. Kami berharap tampil kembali di banyak Piala Dunia ke depannya,” ujar pemain tengah Slowakia yang juga putra sang pelatih, Vladimir Weiss Jr, seperti dikutip Reuters, Selasa.


JIBI/SOLOPOS/m89/dtc

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…