Rabu, 30 Juni 2010 22:44 WIB Solo Share :

Apindo minta kompensasi 8% dari kenaikan TDL


Solo (Espos)–
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Solo resmi mengajukan kompensasi sebesar 8% dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang mulai berlaku hari ini, Kamis (1/7).

Apindo pun berencana bertolak ke Jakarta bertemu dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, untuk bersama-sama mengajukan secara langsung usulan kompensasi tersebut melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengingat surat penolakan dan keberatan kenaikan TDL beberapa waktu lalu belum juga mendapat tanggapan. Demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif Apindo Soloraya, Rihatin Boedijono, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (30/6).

“Kompensasi dalam bentuk pengembalian atas biaya produksi yang naik karena kenaikan TDL itu, kami harapkan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk mengingat perlindungan perdagangan di Indonesia saat ini masih sangat minim,” tutur Rihatin.

Ia kembali menyampaikan, perhitungan Apindo dengan kenaikan T D L  sebesar 15 %,  maka kenaikan biaya produksi di perusahaan tektil rata-rata mencapai 8%, kemudian untuk  hotel dan restoran dengan kenaikan sumber daya gas bisa dipastikan kenaikan lebih dari 8%, juga di perusahaan padat karya, sehingga dengan kenaikan biaya produksi tersebut, dunia usaha dipastikan mengalami kemerosotan daya saing. Sehingga, lanjutnya, angka kompensasi yang diajukan sebesar 8%.

haw

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…