Rabu, 30 Juni 2010 09:29 WIB News Share :

40 Hari wafatnya ibu Ainun dan pengalaman gaib Habibie

Jakarta–Duka mendalam masih dirasakan oleh mantan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie sepeningal istri tercintanya, Ibu Hasri Ainun Habibie, yang wafat akibat sakit. Habibie merasa terus terbayang-bayang oleh sosok almarhumah sampai-sampai dia mengalami pengalaman gaib.

“Saya lagi salat, saya baru ‘Allahu Akbar’ (takbir), tiba-tiba saya tutup mata wajah Ibu Ainun ada di sebelah saya pakai mukena putih,” ucap Habibie saat menyampaikan kesannya terhadap almarhumah.

Habibie menyampaikan itu dalam acara peringatan 40 hari meninggalnya Ibu Ainun di Kediamannya, Jl Patra Kuningan XIII, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/6) malam.

“Langsung saya bereaksi dalam bahasa Jerman. Saya sampaikan ‘Kamu mau ikut salat dengan saya, ya? Okey deh, saya pimpin, ya,” lanjut dia.

Namun, kisah Habibie, setelah berkata seperti itu, ia justru merasa tidak mampu melanjutkan ibadahnya. Hanya satu rekaat saja. Lalu, ia larut dalam air mata serta memanjatkan doa-doa untuk arwah Ibu Ainun.

“Saya hanya mampu satu rakaat. Setelah itu saya tidak tahan. Saya menangis, mungkin 20 menit. Anak-cucu saya sedang menunggu,” ungkap Habibie dengan nada haru.

Hadir dalam peringatan 40 Hari meninggalnya Ibu Ainun ini antara lain Wakil Presiden (wapres) Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, dan anggota Watimpres Jimly Asshiddiqie. Acara yang diisi dengan doa, tahlil, dan tausiah ini diikuti pula oleh seribuan jemaah dari 31 kelompok jemaah pengajian.

Ainun Habibie wafat, Sabtu 22 Mei 2010 setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit di Muenchen, Jerman. Jenazah almarhumah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Selasa (25/5/2010) beberapa saat setelah tiba di Tanah Air.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…