Senin, 7 Juni 2010 12:49 WIB News Share :

Serempetan motor, anggota TNI ditembak di perut

Jakarta–Seorang anggota TNI Kesatuan Marinir Cilandak, Pratu Marinir Hasan tertembak di bagian perutnya oleh pelaku yang tidak dikenal. Aksi penembakan itu dilakukan berawal dari serempetan motor korban dan pelaku.

“Pelakunya diduga berjumlah 6 orang, masih dalam penyelidikan,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur Komisaris Nicholas Lilipali saat dihubungi wartawan, Senin (7/6).

Nicholas mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Minggu (6/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Raya Cilangkap tepatnya di depan Masjid Al-Kohir, Cipayung, Jakarta Timur. Korban yang berboncengan dengan temannya tengah melintas di lokasi dari Cipayung menuju ke Cilangkap.

“Pelaku dari arah sebaliknya,” ungkapnya.

Pelaku saat itu bersama dengan 5 kawannya dengan menumpang 3 motor. Motor yang ditumpangi pelaku lalu serempetan dengan motor korban.

Korban seketika berhenti dan menoleh ke arah pelaku. Pelaku pun berhenti. Mereka kemudian terlibat percekcokan. “Menurut saksi, keduanya lalu terlibat cekcok mulut,” ungkapnya.

Saat cekcok, pelaku kemudian mengeluarkan senjata api dari bajunya. Korban seketika itu ditembak di bagian perut. Sementara pelaku langsung melarikan diri bersama 5 temannya.

“Korban lalu dibawa ke RS Marinir oleh temannya,” imbuhnya.

Polisi yang melakukan olah TKP malam tadi, tidak menemukan selongsong di lokasi. “Saksi sempat mendengar bunyi letusan senjata sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Polisi menduga, pelaku adalah pemain curanmor. “Diduga pelaku curanmor,” tutupnya.

Sesuai dengan Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Sutanto dengan nomor 1117/8/2005, polisi sudah tidak lagi mengeluarkan izin kepemilikan senjata api bagi warga sipil.

Sementara itu, terkait kepemilikan senjata api di kalangan sipil, Polda Metro Jaya mencatat ada 5 ribu izin kepemilikan senjata api yang beredar di kalangan sipil. Setelah TR Kapolri tentang pencabutan izin kepemilikan senpi bagi warga sipil keluar, baru 3 ribu saja yang dikembalikan ke polisi hingga tahun 2008.

Keputusan Kapolri Jenderal Sutanto saat itu memperbolehkan warga sipil untuk memiliki surat izin kepemilikan senjata api. Namun, senjatanya wajib dititipkan ke kepolisian.

“Sisanya masih dalam inventarisir,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono, Jumat (4/6) lalu mengatakan, senjata api yang digunakan pelaku tindak kejahatan adalah senjata api rakitan. “Senjatanya biasanya rakitan,” kata Wahyono.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Batavia Prosperindo Finance, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

Leave a Reply



sepatu

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…