Senin, 31 Mei 2010 19:26 WIB Negara Share :

Portugal, impian menyudahi dahaga gelar

Permainan indah Portugal dalam beberapa tahun belakangan sulit dibantah. Sayangnya, kinerja brilian itu tak berbanding lurus dengan raihan trofi bergengsi. Seleccao harus puas hanya berstatus finalis Euro 2004 dan semifinalis Piala Dunia 2006 di Jerman.

Prestasi terbaik Portugal di ajang Piala Dunia sekadar sampai fase Empat Besar. Tak heran, ambisi menyudahi dahaga membuncah di dada penggawa Portugal menjelang bergulirnya Piala Dunia 2010.

Pelatih Portugal kelahiran Mozambik, Carlos Queiroz tidak asing dengan Afrika Selatan. Publik pun berharap faktor itu membawa angin positif bagi skuat Seleccao. Bermaterikan pemain seperti Cristiano Ronaldo, Pepe, Nani dan Deco, sang arsitek sadar harapan yang tertuju pada mereka sangat tinggi.

Perjalanan Portugal menuju Afsel jauh dari meyakinkan. Hanya mengemas sekali kemenangan dari lima partai pertama di fase kulifikasi, membuat status Portugal menukik tajam dari favorit menjadi calon tereliminasi.

Namun performa Seleccao bertransformasi dramatis pada paruh kedua kualifikasi, dengan mencetak delapan gol dalam empat partai terakhir dan tanpa kebobolan sebiji pun. Portugal merebut tiket playoff dan unggul agregat 2-0 kontra Bosnia-Herzegovina, meski tanpa bintang mereka, Ronaldo.

Mampukah Portugal menyudahi dahaga gelar Piala Dunia? Belum-belum tim yang dijuluki Brazil-nya Eropa ini langsung dihadapkan dengan grup neraka. Lengah sedikit saja, Portugal terancam angkat koper terlalu dini. Pantai Gading dan Korea Utara (Korut) jelas bukan lawan enteng, namun rival terberat Portugal tak lain adalah juara dunia lima kali, Brazil.

Dua tim dengan gaya permainan indah itu difavoritkan bakal mewakili Grup G, namun kejutan selalu bisa terjadi kapan saja. Pantai Gading kini menjelma menjadi tim menakutkan, sedangkan kemisteriusan Korut membuat kekuatan mereka sukar diraba.

“Pantai Gading disebut-sebut wakil Afrika yang akan mendulang hasil luar biasa di Piala Dunia ini. Bagi kami, partai pertama melawan Pantai Gading akan menjadi penentuan,” ungkap Queiroz belum lama ini.

Ronaldo gagal mencetak gol maupun tampil spektakuler di fase kualifikasi, tetapi debut apiknya bersama Real Madrid menaikkan optimisme Seleccao. Prospek mereka juga tergantung ketajaman barisan tukang gedor, yang kurang gereget sepanjang kualifikasi. Selalu menciptakan berderet peluang, hanya sebagian kecil yang terkonversi menjadi gol. Inilah alasan mengapa Portugal terpaksa menjalani babak playoff untuk terbang ke Afsel.

Jika semua masalah teratasi tepat pada waktunya, berat membendung laju Portugal. Kans Portugal bersaing ke podium tertinggi melawan favorit juara macam Spanyol, Italia, Jerman, Brazil dan Inggris akan selalu terbuka.

“Portugal adalah kandidat juara. Kami punya pemain-pemain hebat dan menunjukkannya dengan hasrat serta determinasi tinggi. Ini momen yang unik,” kata penggawa Portugal, Liedson, seusai mendepak Bosnia-Herzegovina.


yms

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…