Senin, 31 Mei 2010 18:25 WIB Klaten Share :

"Pengenalan teknologi hasil pertanian minim”

Klaten (Espos)–Pengenalan teknologi hasil pertanian kepada masyarakat dinilai minim sehingga menghambat upaya peningkatan kesejahteraan petani.

Penilaian itu disampaikan akademisi dari Fakultas Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Widya Dharma (Unwidha), Ir Agus Santoso MP saat ditemui Espos di kantornya, Senin (31/5). Menurut Agus, sebenarnya petani mempunyai banyak potensi untuk mengembangkan sendiri usaha pertanian miliknya. Akan tetapi, para petani tidak memiliki pengetahuan untuk mengembangkan hasil pertanian karena tidak pernah dikenalkan dengan teknologi. “Seandainya petani bisa memahami teknologi hasil pertanian, mereka bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri,” ujar Dekan Fakultas THP Unwidha ini.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, selama ini petani cenderung menjual hasil pertanian mereka kepada para pengepul. Padahal, Agus menilai, besaran penghasilan dari penjualan itu tidak sebanding dengan penghasilan jika berwiraswasta secara mandiri. “Misal, buah pepaya kalau dijual langsung itu senilai Rp 2.000 hingga 3.000. Padahal, jika diolah menjadi kerajinan makanan seperti manisan harganya bisa jauh lebih tinggi,” papar Agus yang pada kesempatan itu didampingi Staf Pengajar Fakultas THP, Ir Sulardjo.

mkd

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…