Senin, 31 Mei 2010 18:10 WIB News Share :

Pemerintah masih cari tahu nasib 12 WNI di Kapal Mavi Marmara

Jakarta--12 Warga negara Indonesia (WNI) ikut menjadi relawan di kapal Mavi Marmara. Namun hingga kini belum diketahui nasib mereka pasca penyerangan oleh tentara Israel. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) masih melakukan pengecekan.

“Pemerintah RI terus memastikan nasib warga negaranya yang diberitakan ikut dalam misi kemanusiaan termaksud,” demikian siaran pers Kemlu, Senin (31/5).

Diakui pihak Kemlu sesuai laporan dari pemerintah Turki, di kapal itu dipastikan ada 12 WNI. “Dari informasi terakhir, kapal tersebut sedang digiring ke pelabuhan Afhdod, sekitar 40 km di selatan Tel Aviv, Israel,” terang siaran pers tersebut.

Diketahui data yang dihimpun detikcom, nama-nama 12 WNI tersebut yakni:

Dari Sahabat Al Aqsha bekerja sama dengan Hidayatullah:
1. Dzikrullah Ramudya
2. Surya Fahrizal
3. Santi Soekanto

Dari relawan Mer-C:
1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim (Logistik dan Penerjemah)
4. Nur Ikhwan Abadi (Insinyur)
5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

Dari Kispa:
1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
3. Okvianto Baharudin
4. Hardjito Warno

dtc/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…