Senin, 31 Mei 2010 20:24 WIB Boyolali Share :

Para wakil rakyat pun tetap merokok di Hari Tanpa tembakau Sedunia

Tidak ada hal istimewa saat peringatan Hari Tanpa Tembakau sedunia, Senin (31/5) di Boyolali. Beberapa warga masih menikmati rokok di sejumlah tempat umum maupun di tempat-tempat lain. Bahkan, saat sidang paripurna DPRD pun, aktivitas merokok tidak ketinggalan.

Dari pantauan Espos, sidang paripurna yang membahas tentang pandangan umum fraksi atas dua Ranperda yakni Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2009 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RJPD) Boyolali itu berlangsung hampir tiga jam. Praktis membuat para wakil rakyat, sejumlah pejabat Pemkab dan tamu undangan harus berjibaku mendengarkan pandangan enam fraksi yang ada di DPRD.

Alhasil, membuat beberapa anggota Dewan memilih merokok di dalam ruangan, meski ruangan ber-AC dan di pintu masuk sudah ada peringatan untuk tidak merokok. Tak hanya itu, beberapa pejabat dan tamu undangan pun juga mengikuti hal yang sama.

Salah seorang anggota DPRD Gatot Widodo mengaku dirinya merokok di dalam ruangan, karena jenuh mendengarkan pandangan fraksi.

“Daripada jenuh mending merokok,” paparnya kepada wartawan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Boyolali Thontowi Jauhari mengatakan dirinya mencatat ada sekitar 14 anggota Dewan yang merokok saat paripurna tersebut.

“Tidak hanya teman-teman Dewan, ada juga tamu undangan dan pejabat Pemkab yang ikut merokok,” paparnya.

Menurut Thontowi, rapat paripurna DPRD merupakan tempat terhormat dalam pelaksanaan pemerintahan.

“Bagaimana warga akan mengikuti jika para pengambil kebijakan tidak mengetahui peringatan Hari Tanpa Tembakau sedunia,” jelasnya.

Menurut Thontowi, peringatan Hari Tanpa Tembakau yang dicanangkan WHO itu tidak akan efektif, jika tidak ada kesadaran dari masyarakat sendiri untuk memahami arti pentingnya berhenti merokok.


fid

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…