Senin, 31 Mei 2010 19:10 WIB Negara Share :

Pantai Gading, berprospek jadi kuda hitam

Bila ada tim benua Afrika yang berprospek menciptakan kejutan di ajang Piala Dunia 2010, Pantai Gading pantas menjadi kandidat potensial.

Bermaterikan talenta-talenta kelas dunia pada starting XI, tak ada yang mustahil. Tim-tim favorit sepertinya perlu menempatkan The Elephants sebagai sang kuda hitam pada turnamen akbar di Afrika Selatan ini.

Empat tahun lalu di Jerman, skuat Pantai Gading belum bisa berbicara banyak dan harus rela tersingkir di putaran pertama. Namun kegagalan itu bisa dimengerti mengingat Pantai Gading masuk Grup Neraka, bersama Argentina dan Belanda. Setelah kalah 1-2 melawan kedua klub raksasa itu, The Elephants bisa sedikit tersenyum ketika memetik kemenangan 3-2 kontra Serbia-Montenegro di partai terakhir.

Kegagalan di Piala Dunia 2006 menjadi pelajaran berharga. Pantai Gading kini lebih siap mengarungi persaingan ketat di Afrika Selatan, meskipun lagi-lagi mereka kurang beruntung. The Elephants kembali tercebur ke grup maut (Grup G), bersama juara dunia lima kali Brazil, Portugal dan tim misterius Korea Utara.

“Di Piala Dunia terakhir kami bermain sangat baik, tapi kurang beruntung karena tergabung di grup berat bersama Argentina dan Belanda, sehingga tersingkir di babak pertama. Tetapi dengan pengalaman seperti itu, sangat mungkin kami berprestasi lebih bagus di Afrika Selatan. Semoga kami bisa lolos ke babak perempatfinal dan kemudian semifinal. Itu hal yang bisa kami raih,” ikrar bintang Pantai Gading, Didier Drogba, seperti dikutip fifa.com.

Modal meyakinkan sudah dikantongi Pantai Gading. Didier Drogba cs tak pernah kalah sepanjang fase kualifikasi. Mencuatnya nama Pantai Gading sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika sebenarnya tidak terlalu mengagetkan.

Meskipun hanya sebuah negara kecil, mereka mampu mengekspor pemain-pemain top ke kompetisi bergengsi Eropa. Di lini depan Pantai Gading punya Drogba yang musim ini menasbihkan diri sebagai top skor Liga Premier dalam balutan seragam Chelsea. Tak lupa sosok Salomon Kalou yang juga merumput di markas The Blues, julukan Chelsea.

Pantai Gading juga punya stok pemain sekelas Yaya Toure (Barcelona), Emmanuel Ebou (Arsenal) dan Kolo Toure (Manchester City). Belum lagi deretan bintang lain yang tersebar di penjuru Benua Biru. Dengan amunisi menjanjikan seperti ini, Pantai Gading pun tak lagi gentar bersaing dengan tim-tim mapan seperti Brazil dan Portugal.

Kesuksesan Pantai Gading di Piala Dunia 2010, kini juga tergantung kecerdikan pelatih Sven Goran Eriksson dalam meramu taktik. Ini kali ketiga arsitek asal Swedia itu memimpin sebuah tim berlaga di kancah Piala Dunia. Dua pengalaman sebelumnya dilakoni bersama Timnas Inggris. Meski baru ditunjuk tiga bulan sebelum turnamen bergulir, Eriksson tak gentar. Mantan pelatih Meksiko ini justru tertantang menjawab keraguan publik atas kemampunnya mempersembahkan kesuksesan bagi Pantai Gading.

yms

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…