Senin, 31 Mei 2010 18:15 WIB News Share :

Orang tua sibuk kerja, 2 Balita diculik PRT


Bekasi-
-Penculikan anak oleh pembantu rumah tangga (PRT) kembali terjadi, Di Bekasi, dua balita anak pasangan Chairul Anwar (33) dan Dahlia (31),  diculik Wiji Astuti alias Dwi Susanti (20), PRT yang dipekerjakan selama 1 minggu.

Peristiwa tersebut menggemparkan warga Perumahan Bintang Metropol Blok, Kelurahan Perwiara, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (31/5). Diduga kuat, pelaku membawa kabur kedua bocah tersebut siang hari saat kedua majikannya bekerja.

Informasi yang dihimpun, kedua bocah yang diculik itu bernama Muhamad Amar Fadil (3,5) dan adiknya Nazma Nailall Husna (6 bulan).

Awalnya, Chairul curiga saat menelepon rumahnya sekitar jam 9 pagi tadi. Berulang kali dia menghubungi nomor rumahnya untuk mengetahui kondisi anak-anaknya, tak juga ada jawaban. Dengan rasa cemas, pria itu kemudian menelepon ke rumah tetangganya.

Tak lama berselang, tetangga tersebut memeriksa rumah Chairul. Dia mendapati gerbang rumah tersebut kosong dengan pintu gerbang tak terkunci. Tetangga tersebut kemudian mengabarkan hal itu ke Chairul.

Mendapat kabar itu, tanpa pikir panjang Chairul langsung pulang. Tubuhnya lemas saat mengetahui kedua anaknya dan pembantu barunya itu tidak ada di rumah. Yakin anaknya menjadi korban penculikan, dia kemudian bergegas melaporkan hal itu ke Polres Metro Kota Bekasi.

Ny Syahril, salah satu tetangga korban, mengaku melihat Wiji keluar rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Dia membawa kedua anak Chairul dengan menumpang becak keluar dari perumahan.

“Saya tidak menyangka kalau anak itu mau dibawa kabur. Dia keluar perumahan dengan menggunakan becak yang biasa mangkal di sini,” ungkap Ny Syahril.

Peristiwa penculikan tersebut membuat Dahlia, istri Chairul, sangat terpukul. Wanita tersebut tak henti-hentinya menangis. Sesekali terlihat Dahli memanggil-manggil nama kedua anaknya.

Pasangan suami istri sehari-hari memang bekerja di Jakarta. Chairul adalah pegawai Ditjen Bea Cukai sedangkan Dahlia bekerja di Ditjen Pajak. Karena kesibukannya itu, keduanya kemudian mempekerjakan pembantu untuk menjaga buah hati mereka. Wiji diambil melalui jasa sebuah penyalur pembantu di Solo, Jawa Tengah.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…