Senin, 31 Mei 2010 21:53 WIB Klaten Share :

Mahasiswa Unwidha kembangkan pepaya untuk donat

Klaten (Espos)–Mahasiswa Fakultas Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten mengembangkan buah pepaya sebagai bahan campuran pembuatan kue donat.

Staf Pengajar Fakultas THP Unwidha, Ir Sulardjo MPd mengatakan penggunaan pepaya sebagai bahan campuran dalam pembuatan kue donat itu merupakan hasil eksperimen mahasiswa Fakultas THT sendiri. “Selain mempunyai cita rasa yang tinggi, campuran pepaya pada donat itu juga dimaksudkan untuk mengembangkan komoditas pepaya agar mempunyai nilai jual yang lebih tinggi,” ujar Sulardjo.

Dia menjelaskan, proses pembuatan donat dengan campuran pepaya itu sama dengan proses pembuatan donat pada umumnya. Menurutnya, semua jenis pepaya bisa digunakan sebagai bahan campuran pembuatan donat. Selain pepaya, beberapa bahan lain yang harus disiapkan antara lain tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, ragi instan, telur, garam, air dan margarin. “Antara pepaya dan tepung terigu persentasenya 20%:80%. Tepung terigu memang lebih banyak karena itu bahan baku utama dalam pembuatan donat,” tandas Sulardjo.

Sulardjo menambahkan, hasil eksperimen mahasiswa itu akan disosialisasikan kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pihaknya berharap, ada warga yang bersedia mengembangkan hasil eksperimen tersebut untuk berwiraswasta. “Proses pembuatan relatif mudah. Siapa saja bisa mencobanya, baik itu pengusaha donat atau petani pepaya. Sangat baik juga jika dikembangkan bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di suatu daerah,” tambah Sulardjo.

mkd

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…