Senin, 31 Mei 2010 11:45 WIB Wonogiri Share :

Korban penganiayaan bantah dimintai pulsa Rp 10.000

Wonogiri (Espos)–Korban penganiayaan di Lingkungan Kaloran, Giritirto, Wonogiri, Jumat (28/5) malam lalu, Tarmin, membantah dirinya pernah dimintai pulsa senilai Rp 10.000 oleh pelaku, Sugeng Prambono alias Jipron yang masih ada hubungan saudara dengannya.

Kepada wartawan melalui telepon, Minggu (30/5) siang, Tarmin membantah dirinya pernah dimintai pulsa senilai Rp 10.000 oleh Jipron.

“Seumur-umur saya kenal dengan dia saya tidak pernah dimintai pulsa senilai Rp 10.000. Kalaupun diminta saya pasti akan memberikannya wong dia kan juga masih saudara. Lagipula kok kesannya saya pelit banget dimintai pulsa Rp 10.000 nggak ngasih. Tapi benar saya tidak pernah dimintai,” tegas Tarmin yang hingga Minggu masih dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Soemarso.

Sebagaimana diberitakan, pelaku penganiayaan di Warnet Roxy Net, Jipron, mengaku melakukan perbuatan kasar dengan membacok keponakannya, Tarmin, dengan golok karena kalap. Dirinya saat itu sedang di bawah pengaruh minuman keras dan teringat permintaannya kepada Tarmin agar dibelikan pulsa Rp 10.000 belum terpenuhi.

Jipron akan dijerat dengan KUHP Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, Jo UU Darurat No 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, karena menggunakan senjata tajam.

shs

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…