Senin, 31 Mei 2010 21:49 WIB Sragen Share :

Bakormas minta Gubernur minta maaf

Sragen (Espos)–Badan Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan (Bakormas) Sragen melayangkan surat peringatan kepada Gubernur Jateng Bibit Waluyo terkait pernyataannya di media massa yang dinilai berlebihan, Senin (31/5). Bakormas meminta Gubernur mengklarifikasi pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Surat yang ditandatangani Ketua Bakormas Jamalludin Ahmad dan Sekretaris Bakormas Rahmad Sunandar memberikan tiga poin dalam pernyataan sikap mereka. Surat tersebut ditembuskan kepada delapan pejabat penting nasional dan daerah, seperti Presiden, Mendagri, Ketua DPR, Kapolri, Ketua Umum MUI, Ketua MUI Jateng, Kapolda Jateng, dan Kapolres Sragen.

Jamalludin Ahmad menyatakan, Bakormas memaklumi pembelaan Gubernu kepada Bupati Sragen dalam posisi sebagai pimpinan pemerintah atasan. Namun pembelaan itu, menurut dia, berlebihan dan membabibuta.

“Kami menduga Gubernur kurang referensi tentang persoalan itu. Gubernur mestinya menyatakan dukungan terhadap Polri agar proses penegakan hukum terkait dugaan ijazah palsu Bupati segera dituntaskan. Gubernur harus mengklarifikasi dan minta maaf secara terbuka kepada masyarakat atas pernyataannya, karena dinilai menyinggung masyarakat,” tukas Jamalludin dalam siaran persnya yang diamini praktisi hukum Rus Utaryono.

Jamalludin memberikan batas waktu (deadline) kepada Gubernur selama 3×24 jam untuk melakukan klarifikasi dan permintaan maaf melalui media massa. “Apabila dalam waktu itu Gubernur tidak bersedia melakukan klarifikasi dan minta maaf, kami bakal mengadukan permasalahan itu ke aparat kepolisian dengan dugaan mengeluarkan pernyataan yang bersifat permusuhan, penghinaan atau penyalahgunaan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan tidak gentar jika dilaporkan Presiden Susilo bambang Yudhoyono. “Saya membaca di media massa, Gubernur akan dilaporkan ke Presiden, bahkan tembusannya ke mana-mana seperti Kapolri. Mungkin kurang satu yang belum ditembusi yakni Tuhan,” kata  Bibit pada pembukaan Musprov DPD Korpri Jateng di semarang, Jumat (28/5).

Pernyataan tersebut dilontarkan Bibit lantaran Ketua Lintas Saiful Hidayat bakal melaporkan Gubernur Bibit Waluyo karena dinilai membela Bupati Sragen Untung Wiyono terkait penggunaan dugaan ijazah palsu. Di mana Gubernur menyatakan bila tersandung ijazah palsu  kenapa Untung bisa terpilih sebagai bupati selama dua periode.

trh

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…