Senin, 31 Mei 2010 11:46 WIB Sepak Bola Share :

Evra ancang-ancang jadi Kapten Prancis

PARIS— Penampilan Thierry Henry yang kurang mentereng di sepanjang musim ini, diyakini menipiskan peluangnya masuk tim inti Timnas Prancis. Bek Patrice Evra pun telah ancang-ancang menggantikan posisi Henry sebagai kapten Les Bleus, julukan Timnas Prancis.

Jika Henry tak terpilih masuk skuat inti Prancis, Evra mengaku siap memimpin tim nasionalnya di Piala Dunia 2010 dengan ban kapten melingkar di lengannya. Evra sendiri saat ini dipercaya menjadi kapten di klubnya, Manchester United (MU).

Dia mengenakan ban kapten Prancis untuk kali pertama saat menghadapi Kosta Rika di laga pemanasan, Kamis (27/5) dini hari WIB. “Ini (dipercaya sebagai kapten-red) menjadi kepuasan besar, bukan hanya ketika saya mengenakan ban kapten, tapi juga ketika saya berada di ruang ganti pemain. Menyenangkan melihat para pemain berada di belakang saya dan bangga terhadap saya,” ujar Evra dilansir dari googlenews.com, Minggu (30/5).

“Itu menjadi pencapaian pribadi saya, namun saya menyadari akan banyak hal-hal berat yang datang. Saya tahu ada banyak tanggung jawab yang akan datang kepada saya sebagai kapten. Namun (Henry) juga kapten, jadi jangan lupa itu,” sebut dia.

Evra memimpin Setan Merah, julukan MU, mengangkat trofi Piala Carling, Februari lalu. Pelatih Prancis, Raymond Domenech, sepertinya akan mempertahankan dia sebagai kapten di Afrika Selatan karena Henry belum berada dalam performa terbaik, sedangkan Nicolas Anelka difavoritkan bermain sebagai striker tengah.

“Anda seharusnya bertanya kepada pelatih. Tapi yang pasti saya akan memberikan segala yang saya miliki untuk tim ini, untuk memastikan mereka bermain bersama hingga akhir. Itulah tugas saya,” tegas Evra.

Bek berusia 29 tahun tersebut menjadi salah satu sorotan utama saat kualifikasi Piala Dunia. Dia tak takut meski dikritik fans di Stade de France ketika dia menjadi sasaran cemoohan saat Prancis bermain buruk.

“Apa yang membuat saya sangat bangga adalah rekan-rekan setim senang kepada saya. Saya beberapa kali menjadi kapten bagi klub saya dan sekarang bersama tim nasional. Seiring dengan kepercayaan menjadi kapten, ada banyak tanggung jawab yang menghampiri saya,” pungkas dia.

Penunjukan Patrice Evra sebagai kapten baru Timnas Prancis sempat disambut keraguan dari sejumlah kalangan. Tapi, dukungan muncul dari sesama rekan tim, antara lain Jeremy Toulalan dan Sidney Govou.

Beberapa pengamat dengan nyinyir mempertanyakan keputusan Domenech tersebut, karena sebetulnya masih ada pemain senior macam William Gallas yang turut bermain.

“Wajar saja. Selama pemusatan latihan, Evra membuktikan diri pantas menjabat kapten. Dia punya kemantapan pikiran dengan keinginan untuk membimbing semua pemain,” bela Toulalan seperti dikutip goal.com.

Govou mengamininya, “Dia sangat penting dalam tim. Pilihan itu masuk akal.” Apapun pandangan berbagai pihak, setidaknya debut Evra sebagai kapten ditandai dengan kemenangan Prancis 2-1 atas Kosta Rika.

JIBI/SOLOPOS/anh

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…