Senin, 31 Mei 2010 20:42 WIB Internasional Share :

Ehud Barak
Aktivis disusupi garis keras

Gaza City--Menteri Pertahanan Ehud Barak mengatakan pada hari Senin (31/5), organisasi armada bantuan bagi Gaza telah melakukan kesalahan, sehingga setidaknya 10 aktivis tewas saat pasukan komando Israel menyerbu ke kapal mereka.

Dalam konferensi press beberapa jam setelah insiden itu, Barak mengatakan, Israel siap menerima konsekuensi dari segala tindakan yang dilakukan militer dan akan terus melindungi otonomi.

Barak menyatakan penyesalannya atas kematian (para aktivis tersebut), tetapi menyebut para aktivis tersebut telah melakukan provokasi politik dan disusupi kelompok garis keras dari sebuah organisasi teroris.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Gabi Ashkenazi mengatakan para prajurit dipaksa oleh aktivis untuk merespon kekerasan yang mereka lakukan dengan peluru tajam.

Wakil Menteri Luar NegeriĀ  mengatakan, armada aktivis bantuan kemanusiaan Gaza memiliki hubungan dengan organisasi-organisasi teroris internasional seperti Hamas dan Al-Qaeda, dan menyebut armada bantuan tersebut sengaja melakukan provokasi untuk memecah blokade di Gaza.

Dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan di Kementerian Luar Negeri, Ayalon mengatakan, Israel menemukan senjata di atas kapal armada bantuan untuk Gaza, yang digunakan untuk melawan pasukan IDF.

Deputi menteri luar negeri juga mengatakan, armada bantuan tidak mengindahkan peringatan pihak Israel agar menghentikan gerakan maju menuju Gaza pada Senin pagi. Dia menekankan, tidak ada negara berdaulat yang mengizinkan provokator untuk mengambil wilayahnya.

“Kami tidak akan mengizinkan cara dan bentuk apapun untuk penyelundupan senjata dan teroris,” kata Ayalon.

Wakil menteri luar negeri mengatakan kepada wartawan, Israel tidak ingin perang dengan negara manapun, tetapi menekankan insiden di Gaza belum berakhir.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemungkinan akan membatalkan kunjungannya ke Amerika Serikat, setelah kematian sedikitnya 10 orang setelah pasukan Israel menaiki armada bantuan kemanusiaan yang menuju Jalur Gaza.

Netanyahu berkunjung ke Washington atas undangan Presiden Barack Obama.

Militer Israel mengatakan setidaknya 10 orang tewas, setelah pasukan mendapat serangan ketika mencegat konvoi yang ingin memasuki Jalur Gaza.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Benjamin Ben-Eliezer menyatakan penyesalannya terhadap para korban tewas.

“Suasananya yang pasti tidak menyenangkan. Saya menyatakan penyesalan yang dalam atas tragedi tersebut,” kata Ben-Eliezer kepada Radio Angkatan Darat.


kompas.com

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…